Komplikasi pada Penderita Diabetes Tipe 1, dari Mata ke Ginjal

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tes gula darah penderita diabetes (pixabay.com)

    Ilustrasi tes gula darah penderita diabetes (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat berbicara mengenai diabetes, umumnya masyarakat akan mengacu pada tipe 2. Sebab, dari total 10,3 juta penduduk Indonesia yang merupakan pasien diabetes, hampir 90 persennya adalah pengidap diabetes tipe 2.

    Baca juga: Hari Buah Sedunia, Ini Buah yang Baik Dikonsumsi Pasien Diabetes

    Meski demikian, bukan berarti diabetes tipe 1 yang jumlahnya sekitar 10 persen tidak penting. Pasalnya, diabetes tipe 1 yang umumnya diderita anak-anak juga  tibisa menimbulkan komplikasi.

    Ketua Umum PB Perkumpulan Endokrinologi Indonesia atau PERKENI Dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD mengatakan, komplikasi yang mungkin diderita pasien diabetes tipe 1 dan 2 memiliki perbedaan.

    Pada diabetes tipe 2, komplikasi penyakit yang sering muncul adalah terkait pembuluh darah besar seperti kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular meliputi serangan jantung dan stroke.

    Menurut Ketut, munculnya komplikasi ini karena resistensi insulin atau sel tubuh yang tidak responsif terhadap insulin. “Insulin tugasnya memecah glukosa yang kita konsumsi sebagai energi. Karena tipe 2 itu resisten, glukosanya justru tersumbat. Oleh karena itu, sangat wajar kalau penyakit kardiovaskular mudah diderita,” katanya dalam acara Peluncuran Aplikasi Mobil DEEP di Jakarta pada Senin, 1 Juli 2019.

    Sedangkan pada diabetes tipe 1, komplikasi biasanya terjadi pada pembuluh darah kecil yang ditandai dengan keluhan dan penurunan fungsi ginjal dan mata. Seperti yang diketahui, tipe 1 umumnya terjadi karena insulin yang tidak diproduksi oleh tubuh. Dengan demikian, glukosa tidak bisa dipecah oleh insulin sehingga merusak pembuluh darah.

    “Itu sebabnya risiko kebocoran pada ginjal hingga kebutaan sangat besar,” katanya.

    Baca juga: Ayah Dewi Perssik Meninggal, Awas 5 Komplikasi Akibat Diabetes

    Baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2, semuanya harus menjadi perhatikan. Pasien disarankan mengkonsumsi obat yang teratur serta mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. “Makan dikontrol, minum obat dan olahraga teratur untuk meminimalisasi komplikasi,” kata Ketut.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.