5 Tanda Hubungan Asmara Beracun, Masih Mau Dipertahankan?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak semua hubungan asmara memberikan Anda kebahagiaan. Ada kalanya Anda menjalin hubungan yang membuat merasa tertekan dan akhirnya tidak produktif dalam segala hal. Hubungan seperti itu disebut dengan relationship (hubungan beracun).

    Baca juga: 4 Fakta Perjalanan Cinta Song Joong Ki dan Song Hye Kyo

    Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari ketika berada dalam hubungan tersebut. Karena itu, kenali tanda-tandanya agar Anda bisa terhindar dari hubungan asmara yang berpengaruh buruk.

    1. Tidak pernah merasa cukup

    Anda tidak pernah merasa cukup, merasa apa yang Anda lakukan selalu salah dan selalu merasa perlu membuktikan kontribusi Anda. Anda terus menerus mencari pengakuan dari pasangan.

    2. Susah menjadi diri sendiri

    Anda tidak dapat menjadi diri sendiri, harus selalu memerhatikan apa yang Anda lakukan dan ucapkan (sangat takut akan melakukan kesalahan). Anda menjadi takut untuk menyampaikan sesuatu karena khawatir akan kemungkinan reaksi yang akan timbul dari pasangan.

    3. Direndahkan

    Pasangan kerap merendahkan dan menjatuhkan Anda secara sadar atau tidak.

    4. Dianggap sebagai sumber masalah

    Anda merasa sebagai sumber masalah. Pasangan Anda tidak mengakui kesalahannya dan terus menerus menyalahkan Anda.

    5. Mengisolasi diri

    Anda mulai menarik diri dari berbagai aktivitas maupun komunikasi dengan teman atau keluarga.

    Baca juga: 5 Kejutan buat Pasangan yang Bikin Hubungan Kian Lengket

    Mengalami tanda serupa? Hubungan seperti ini akan berpengaruh pada kesehatan Anda, baik fisik maupun mental. Masih mau dipertahankan? 

    SEHATQ.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.