Cara Membuat CV yang Benar, Hindari 4 Kesalahan Fatal Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi CV/resume. Shutterstock

    Ilustrasi CV/resume. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat akan melamar pekerjaan, curriculum vitae (CV) atau resume adalah hal yang paling penting. CV menjadi pertimbangan untuk seleksi awal sebelum anda dipanggil wawancara. Oleh karena itu, penting bagi para pelamar pekerjaan untuk memiliki resume yang baik.

    Baca juga: 7 Kesalahan CV yang Membuat Lamaran Kerja Anda Ditolak

    Namun, secara tidak sadar, terdapat berbagai macam kesalahan umum yang sering dilakukan calon pekerja dalam penggarapan CV tersebut. Agar tidak melakukan kesalahan yang sama, situs The Guardian dan Independent.co.uk membagikan beberapa hal yang wajib dihindari itu.

    1. Mencantumkan detail yang tidak perlu

    Ada beberapa detail pribadi yang harus anda masukkan dalam resume: nama lengkap dan informasi kontak seperti email, nomor telepon dan alamat. Tapi di luar itu, detail pribadi harus diminimalkan. Jika perusahaan ingin tahu lebih banyak tentang pribadi Anda, mereka akan meminta Anda bercerita kepada mereka.

    “Umur, ras, pandangan politik, sesuatu tentang jumlah anggota keluarga, status kepemilikan rumah harus dikeluarkan dari resume Anda,” kata penulis resume profesional dan Presiden New York-based Best Resumes, Ann Baehr.

    2. Memasang foto diri

    Di beberapa industri menampilkan dan menyertakan foto memang umum dilakukan, kecuali mereka adalah model atau aktor, aturan umumnya adalah foto tidak perlu disertakan. Menurut Baehr, menampilkan foto bisa memberi pemahaman yang salah dan bukan merupakan taktik yang baik.

    Selanjutnya, sebuah tindakan ilegal bagi perusahaan yang melakukan diskriminasi terhadap pencari kerja hanya berdasarkan penampilan. Jadi menyertakan foto diri akan membuat pekerja berada pada posisi yang tidak enak. Kecuali itu adalah sebuah permintaan khusus dan sesuai dengan pekerjaan yang dilamar, jangan pernah menyertakan foto anda.

    3. Menulis gaji yang diharapkan

    Kebanyakan pencari kerja merasa tidak enak jika harus mendiskusikan gaji yang diminta. Untuk alasan yang bagus, memberikan angka yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa berisiko bagi Anda. Sebaiknya permintaan gaji tidak dicantumkan dalam resume, kecuali diminta oleh bagian penerimaan karyawan.

    “Jika mereka secara spesifik meminta untuk itu, sebaiknya Anda memberikan kisarannya kepada mereka,” kata Presiden dari The Last Word, perusahaan penulis resume dan pelatih karier di Boston, Rena Nisonoff.

    Namun tetap saja informasi demikian harus disertakan di surat lamaran dan bukan di resume. Jika Anda mempunyai pilihan, simpan pembahasan mengenai gaji sampai tahap selanjutnya yaitu saat proses wawancara.

    4. Menyertakan pengalaman yang negatif

    Resume Anda harus berisi hal-hal yang positif. Memasukkan catatan mengenai performa Anda yang buruk, kesalahan-kesalahan lain hanya akan membuat Anda mendapatkan tanggapan negatif. Oleh karena itu, buang semua informasi tentang perilaku negatif Anda seperti pernah dipecat atau salah dalam menata keuangan. "Intinya semua yang bisa membuat penilain buruk terhadap Anda dan perusahaan lama,” kata Nisonoff.

    Baca juga: Heboh Surat Lamaran Kerja Steve Jobs, Begini Cara Membuat CV

    Mengikuti saran ini tidak membuat Anda melanggar aturan soal berbohong. Jika Anda diminta menjelaskan mengapa Anda meninggalkan pekerjaan lama, maka saatnya jujur, tapi sampai dengan saat itu, pastikan Anda menampilkan yang terbaik.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | THE GUARDIAN | INDEPENDENT.CO.UK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.