Denada Cerita Perjuangan Shakira Lawan Leukemia, 1,5 Tahun Lagi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Denada mengunggah foto Shakira yang mendapatkan bingkisan dari girlband Blackpink. instagram.com/denadaindonesia

    Denada mengunggah foto Shakira yang mendapatkan bingkisan dari girlband Blackpink. instagram.com/denadaindonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Denada masih terus berjuang untuk kesembuhan putrinya, Shakira Aurum, yang menjalani pengobatan leukemia di Singapura. Putri dari pernikahannya dengan mantan suami, Jerry Aurum, itu menjalani terapi di salah satu rumah sakit di Negeri Singa. Terapi ini sudah dijalani selama 13 bulan sejak Juni 2018. Selama pengobatan, Denada tak lepas berada di sisinya.   

    Baca juga: Intip Foto-foto Kebersamaan Jerry Aurum dan Putrinya Shakira

    Menurut Denada, Sakira saat ini masih rutin menjalani kemoterapi. Dokter menyarankan putri semata wayangnya itu menjalani pengobatan selama 2,5 hingga 3 tahun. “Mungkin akan di sana (Singapura) sekitar 1,5 tahun lagi,” kata dia saat peluncuran layanan Personal Medical Management AIA di Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019.  Layanan ini merupakan hasil kerja sama AIA dengan perusahaan manajemen medis global Medix.

    Selama satu tahun terapi leukemia, Denada mengatakan banyak hal yang ia alami bersama Shakira. Bersyukurnya, gadis 6 tahun itu bisa melewati semua perawatan dengan baik. Dia bisa menerima kenyataan harus pindah ke Singapura sementara waktu. Fisiknya pun banyak mengalami perubahan, termasuk kehilangan rambut. “Padahal dia lagi senang-senangnya princess dan Mermaid. Tapi kami bisa lewati semua itu,” kata dia. 

    Denada juga mengatakan bahwa Shakira masih memiliki kekebalan tubuh yang rendah. Itu sebabnya, gadis 6 tahun ini tidak boleh pergi ke tempat-tempat ramai. Aktivitas sehari-harinya hanya berkisar antara rumah dan rumah sakit.

    Namun, akhir-akhir ini Shakira mulai mengikuti aktivitas di children center yang mirip sekolah. Itu pun masih di lingkungan rumah sakit. “Di sana anak-anak yang sedang menjalani kemoterapi berkumpul, jadi sama-sama punya kekebalan tubuh yang rendah. Udaranya bersih, ada perawat juga,” kata Denada.

    Lama tinggal di Singapura, Denada mengungkapkan Shakira juga mulai kangen Indonesia. Putrinya juga sering menanyakan rumah lama mereka di Jakarta. Ia juga mengaku rindu pada beberapa tempat di Indonesia yang pernah dikunjungi.

    Tapi yang membuat Denada sedih adalah saat Shakira menanyakan kesembuhannya. “Aku selalu bilang, dia sudah sembuh, kok. Kita ke Singapura lagi senang-senang aja. Aku bikin seolah-olah begitu, jadi semangatnya tumbuh kembali,” ujar Denada.  

    Baca juga: Suara Putri Denada Obati Kerinduan Penggemarnya

    Denada mengaku biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan ini sangat besar. Tapi ia selalu berusaha memberi yang terbaik untuk anaknya. Ia juga tak memikirkan bagaimana mereka melalui 1,5 tahun yang akan datang. Ia bersama Shakira hanya menjalani hari demi hari sebaik mungkin. “Setiap hari bangun pagi, jalani pengobatan hari ini, lalu siap-siap untuk besok lagi,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.