Mengenal Lebih Dekat Skizofrenia, Ini Pemicunya Selain Genetika

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi skizofrenia (pixabay.com)

    Ilustrasi skizofrenia (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Skizofrenia menjadi perbincangan setelah heboh video perempuan membawa anjing masuk masjid. Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigadir Jenderal Musyafak mengatakan bahwa perempuan tersebut mengalami masalah gangguan kejiwaan skizofrenia berdasarkan hasil visum para pakar kesehatan jiwa. Apa sebenarnya skizofrenia?

    Baca juga: Idap Skizofrenia, Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid Dirujuk ke RSJ

    Skizofrenia merupakan salah satu gejala gangguan mental yang muncul saat seseorang berada di masa remaja dewasa atau awal kedewasaan. Orang yang menderita skizofrenia dapat mendengar suara, melihat pemandangan imajiner, atau bahkan mempercayai bahwa orang lain mengontrol pikirannya. Kondisi ini tentu membuat orang takut dan menyebabkan perilaku yang tak menentu (delusi, halusinasi, dan kesulitan kognitif lainnya).

    Penyakit mental ini biasanya menyerang seseorang di antara umur 16 hingga 30 tahun. Pada laki-laki, gejalanya akan muncul lebih awal dibandingkan perempuan.

    Pada banyak kasus yang terjadi, gangguannya berkembang sangat lambat, sehingga si penderita tidak akan menyadari bahwa mereka telah mengalaminya sejak lama. Namun pada kasus lainnya, tak sedikit yang terserang secara tiba-tiba dan penyakit ini berkembang lebih cepat.

    Gangguan mental ini mempengaruhi sekitar 1 persen dari seluruh orang dewasa secara global. Para ahli percaya bahwa penyakit mental ini dapat membaur atau menyamar sebagai bentuk penyakit lain.

    Penderita skizofrenia mau tidak mau harus bergantung pada orang lain, karena tidak dapat merawat diri sendiri. Tak jarang, penderita menolak kondisi ini. Apa saja gejala skizofrenia?

    Gejala penyakit skizofrenia ini terbagi menjadi empat kategori, yaitu gejala positif berupa halusinasi (mendengar atau melihat sesuatu yang imajiner/khayalan) dan delusi (memiliki keyakinan yang salah). Lalu gejala negatif, berupa kurangnya motivasi dan ekspresi wajah yang datar. Selanjutnya gejala kognitif, berupa sulitnya berkonsentrasi. Terakhir, gejala emosional, berupa emosi yang kurang peka.

    Orang dengan skizofrenia mengalami kesulitan mengatur pikirannya atau berpikir logis. Ia mungkin merasa seperti pikirannya berlompatan dan tidak saling berhubungan.

    Kadang-kadang orang yang menderita skizofrenia mengalami perasaan bahwa pikirannya ditarik keluar dari kepala. Sementara di waktu lain, penderita merasa pikirannya menghalangi ketika ia mendapatkan interupsi saat sedang berpikir.

    Lalu apa yang menjadi penyebab skizofrenia? Para ahli berpendapat bahwa faktor genetika dan lingkungan bertanggung jawab atas skizofrenia yang diderita seseorang. Tak hanya itu, beberapa faktor berikut juga ikut andil dalam munculnya penyakit mental ini.

    1. Keturunan atau genetika

    Jika Anda tidak memiliki keluarga dengan riwayat skizofrenia, kemungkinan penyakit tersebut muncul adalah 1 persen. Sebaliknya, bila ada riwayat skizofrenia dalam keluarga, kemungkinan munculnya penyakit ini sebesar 10 persen.

    2. Hubungan Keluarga

    Belum ada bukti yang jelas mengenai hubungan keluarga sebagai penyebab skizofrenia. Namun beberapa kasus menyatakan bahwa adanya ketegangan dalam keluarga dapat memicu kambuhnya skizofrenia.

    3. Faktor Lingkungan

    Sama seperti faktor hubungan keluarga, belum ada bukti bahwa lingkungan menyebabkan skizofrenia. Stres biasanya menjadi gejala awal skizofernia yang menyebabkan penderita lebih mudah marah, cemas, dan kurang fokus.

    4. Faktor Obat-obatan

    Ganja menjadi penyebab yang diketahui sebagai pemicu skizofrenia. Beberapa peneliti juga percaya bahwa obat-obatan yang mengandung steroid dan stimulan dapat menyebabkan keadaan ini.

    Baca juga: Semua Orang Bisa Alami Skizofrenia, Kelompok Ini Paling Berisiko

    Penderita skizofrenia dapat diobati dengan menjalani perawatan untuk meringankan gejalanya. Namun penderita penyakit mental ini harus mendapatkan perawatan seumur hidup. 

    SEHATQ.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.