Mau Digaji Tinggi? Simak Tips Bernegosiasi saat Wawancara Kerja

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi negosiasi gaji. Shutterstock.com

    Ilustrasi negosiasi gaji. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang tentu berharap untuk mendapatkan upah kerja atau gaji yang besar. Entah ini pekerja yang baru lulus kuliah ataupun mereka yang sudah sangat berpengalaman.

    Baca juga: Tetap Gajian Meski Sudah Pensiun, Begini Cara yang Paling Mudah

    Rupanya untuk merealisasikan hal ini, ada beberapa cara dan tips mudah yang wajib dilakukan, khususnya saat bernegosiasi dalam wawancara kerja. Melansir dari Inc dan US News, berikut adalah beberapa di antaranya.

    1. Melakukan riset dahulu

    Di era digital ini, sangat mudah bagi Anda untuk mendapatkan informasi mengenai kisaran gaji. Sejumlah sumber seperti Salary.com, GlassDoor.com atau Payscale.com dapat menyediakan angka beserta posisi kerja, persyaratan pengalaman dan lain-lain. "Manfaatkan ini untuk mengetahui berapa nilai yang sebaiknya diberikan oleh perusahaan untuk Anda," kata konsultan manajemen di New York, Rabia de Lande Long.

    2. Jangan langsung menyebutkan angka

    Saat mengisi formulir kerja, perusahaan pasti akan menanyakan tentang angka yang diinginkan. "Apa persyaratan gaji Anda?" "Berapa kisaran gaji yang Anda cari?" "Berapa Anda dibayar sekarang?"

    Meski demikian, Lande Long menyarankan untuk jangan menuliskan angka untuk pertama kalinya. Sebab jika jawaban Anda terlalu tinggi, Anda mungkin tidak bisa melangkah ke tahap berikutnya. Begitu pula dengan sebaliknya, apabila Anda menyebutkan terlalu rendah, perusahaan akan berpikir bahwa Anda tidak memenuhi syarat atau putus asa.

    Jadi, jika mungkin, kosongi kisaran gaji pada formulir aplikasi kerja. Dan saat dipanggil untuk proses wawancara kerja, barulah Anda menjawab yang sesuai dengan kompensasi total.

    3. Jangan berbohong

    Sangat penting bagi Anda untuk tidak berbohong. Sebab menurut profesor negosiasi di Universitas Stanford, Margaret A. Neale, sangat mudah bagian perusahaan yang Anda datangi untuk memverifikasi gaji Anda sebelumnya. Menurut Neale, bahkan perusahaan pun bisa mengetahui besarnya gaji palsu pada saat pemeriksaan latar belakang Anda sebagai calon karyawan. Dengan demikian, bukan hanya gaji besar yang Anda ingini saja yang lenyap, namun kesempatan untuk bekerja disana pun tidak ada lagi.

    Baca juga: Pembalsem Mayat dan 3 Pekerjaan ini Bergaji Besar, Berminat?

    4. Jangan langsung setuju dengan tawaran pertama

    Sebagian besar perusahaan berharap agar calon karyawan dapat melakukan negosiasi. Menurut konsultan karir Walter Akana, jika memungkinkan, cobalah untuk mengatur pertemuan tatap muka dengan manajer sumber daya manusia atau SDM. Sebab, manajer cenderung lebih fleksibel, terlebih lagi setelah melihat kegigihan Anda, sehingga gaji pun akan sangat mungkin dinaikkan.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | INC | USNEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.