Batuk Berdahak yang Tidak Kunjung Sembuh? Mungkin Bronkiektasis

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Batuk.

    Batuk.

    TEMPO.CO, Jakarta - Batuk berdahak biasanya berlangsung beberapa hari atau seminggu. Tapi, sering kali masalah ini berlangsung lama dan sehingga sangat mengganggu aktivitas penderitanya. Apa penyebabnya?

    Baca juga: Selain Batuk, Ini Gejala Infeksi Paru-paru seperti Jacky Zimah

    Penyebab batu berdahak beragam, mulai dari flu dan pilek biasa, hingga penyakit serius. Bila batuk berdahak tidak kunjung sembuh setelah berminggu-minggu, maka Anda harus mewaspadai penyebab tertentu seperti bronkiektasis.

    Bronkiektasis terjadi ketika dinding saluran udara (bronkus) rusak, menebal, dan melebar akibat peradangan kronis atau infeksi sehingga mengakibatkan penumpukan lendir. Seluruh sistem pernapasan memang dilapisi oleh selaput lendir.

    Lendir menjaga saluran udara tetap lembap dan melindungi paru-paru dari iritasi. Akan tetapi, saat Anda melawan infeksi, tubuh akan menghasilkan lebih banyak lendir dari biasanya. Penumpukan lendir dapat terjadi dan membuat saluran udara tersumbat sehingga menyebabkan Anda mengalami batuk berdahak. Batuk ini bahkan dapat berlangsung hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

    Tak hanya batuk berdahak, bronkiektasis juga dapat membuat Anda mengalami sakit dada, sesak napas, mengi, kelelahan, berat badan menurun, dan sering mengalami infeksi pernapasan.

    Baca juga: Beda Batuk Biasa dengan Gejala TBC, Perhatikan Durasinya

    Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat melakukan latihan pernapasan untuk membersihkan saluran udara, melakukan rehabilitasi paru-paru, mengonsumsi obat pengencer lendir, dan mengonsumsi obat pembuka saluran pernapasan. Selain itu, hindari pula terpapar asap rokok, polusi udara, dan bahan kimia.

    SEHATQ.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.