Kesalahan Umum saat Mengonsumsi Suplemen Vitamin C

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi konsumsi vitamin. Shutterstock.com

    Ilustrasi konsumsi vitamin. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Vitamin C sangat penting bagi tubuh kita. Setidaknya dalam sehari, orang dewasa harus memenuhi sekitar 200 miligram vitamin ini. Karena banyak ditemukan dalam buah, maka orang yang tidak menyukainya butuh suplemen vitamin C.

    Namun rupanya, ada beberapa kesalahan umum saat mengkonsumsinya. Dokter Jennifer Kurniawan lantas menjelaskannya. Dalam acara Holisticare Ester-C Kampanyekan Lari Estafet Jarak Jauh, ia mengatakan bahwa kesalahan utama dalam mengkonsumsi vitamin C ialah keinginan seseorang untuk mendapatkan hasil yang instan.

    Ia menegaskan bahwa suplemen vitamin C tidak bekerja demikian. Itu sebabnya, cara terbaik untuk mendapatkan manfaatnya ialah dengan mengonsumsinya setiap hari.

    “Banyak orang yang berpikir kalau lagi sakit kan daya tahan tubuhnya menurun, dengan minum suplemen vitamin C langsung sembuh. Ini salah karena manfaatnya itu baru bisa didapatkan melalui daily consumption,” katanya di Jakarta pada Rabu, 10 Juli 2019.

    Selain itu, kesalahan lain yang sering dilakukan ialah saat mengonsumsinya setelah makan. Dalam kondisi tertentu seperti maag, memang disarankan setelah makan. Namun bagi mereka yang memiliki kondisi normal, lebih benar jika diminum sebelum makan.

    "Dia memang asam. Tapi suplemen vitamin C itu akan lebih mudah dicerna oleh tubuh dalam keadaan perut yang kosong. Jadi sebaiknya sebelum makan. Pengecualian bagi yang maag, baru setelahnya,” katanya.

    Kesalahan terakhir yang disebutkan oleh Jennifer adalah mengonsumsinya dalam jumlah yang terlalu banyak. Ia mengatakan bahwa perhitungan harus dilakukan secara benar. Contohnya apabila Anda sudah mengkonsumsi tiga buah jeruk, tidak perlu lagi mengkonsumsi suplemen vitamin C. “Kalau berlebih, nanti bisa timbul masalah kesehatan seperti mual dan muntah,” katanya.

     SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.