Rokok Penyebab Utama Kanker Paru dan Penyakit Tidak Menular Lain

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi larangan merokok. NIGEL TREBLIN/AFP/Getty Images

    Ilustrasi larangan merokok. NIGEL TREBLIN/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Rokok menjadi pemicu utama penyakit tidak menular atau PTM seperti jantung koroner dan kanker. Demikian diungkapkan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek pada Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau HTTS di kantor Kementerian Kesehatan pada Kamis, 11 Juli 2019.

    Baca juga: Sutopo Perokok Pasif, Ini Alasan Perlu Kawasan Tanpa Rokok

    “Seorang perokok mempunyai risiko 2 sampai 4 kali lipat untuk terserang penyakit jantung koroner dan memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit kanker paru dan PTM lainnya,” ujar Nila.

    Indonesia saat ini menjadi salah satu negara dengan prevalensi perokok tertinggi di dunia. Berdasarkan data Riskesdas 2013, lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok. Jumlah itu diperkirakan meningkat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Riskesdas 2018 menunjukan bahwa terjadi peningkatan prevalensi merokok penduduk usia ≤18 tahun dari 7,2 persen menjadi  9,1 persen.

    Peningkatan ini, salah satunya, karena iklan rokok di Internet yang makin marak. Iklan rokok di media sosial mempengaruhi anak-anak untuk menjadi perokok pemula. 

    Tingginya jumlah perokok berkontribusi terhadap angka kematian penduduk. Menurut kajian Badan Litbangkes Tahun 2015, Indonesia menyumbang lebih dari 230.000 kematian akibat konsumsi produk tembakau setiap tahunnya. Penyumbang terbesar kematian, menurut data Globocan 2018, adalah kanker paru yaitu 12,6 persen. Sementara, data Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan 87 persen kasus kanker paru berhubungan dengan merokok.

    Risiko terkena penyakit tidak menular bukan hanya dimiliki oleh perokok, tapi juga orang yang tidak merokok tetapi mengisap racun dari asapnya. Asap rokok mengandung sekitar 4.000 bahan berbahaya dan 60 di antaranya menyebabkna kanker

    Baca juga: Perokok Pasif Berisiko 4 Kali Lebih Tinggi Terkena Kanker Paru

    HTTS yang diperingati setiap 31 Mei mengangkat tema global Rokok dan Kesehatan Paru dengan subtema Jangan biarkan Rokok Merenggut Nafas Kita. Tema global ini dipilih  untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak konsumsi rokok terhadap kesehatan paru serta terjadinya beban penyakit yang berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia. 


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.