Hari Pertama Sekolah, Simak Tips Agar Anak Jauh dari Penyakit

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu antar anaknya ke sekolah. dailymail.co.uk

    Ilustrasi ibu antar anaknya ke sekolah. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian besar siswa sekolah memulai tahun ajaran baru Senin, 15 Juli 2019. Ini artinya, anak akan menghabiskan banyak waktunya di rumah. Berinteraksi dengan murid-murid lain bisa membuat anak rentan terjangkit berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi virus influenza bahkan  kutu rambut. Bagaimana agar anak tetap sehat?

    Baca juga: Ingatkan Anak Pakai Alas Kaki saat Bermain, untuk Cegah Cacingan

    Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan, untuk membantu anak tetap sehat ketika di sekolah.

    1. Ajari anak untuk mencegah flu dan pilek

    Flu dan pilek merupakan penyakit yang kerap menyerang semua kalangan, terutama anak-anak. Untuk mengurangi risiko tertular flu dan pilek, Anda dapat mengajari mereka mencuci tangan dengan benar terutama setelah dari toiet, setelah kontak dengan hidung, sebelum dan sesudah makan, serta mengingatkan anak untuk tidak menyentuh mata.

    Anda juga bisa mengajari mereka cara batuk dan bersin yang benar, yakni dengan menutup mulut dengan tisu atau lengan.

    2. Mengatur jadwal tidur anak

    Anak-anak membutuhkan durasi tidur sekitar 9-11 jam, dalam satu hari. Durasi tidur yang cukup tersebut tidak hanya menjaga kesehatan anak secara keseluruhan, namun juga membantunya untuk belajar dengan optimal di sekolah.

    Pastikan Anda menjaga kamar anak senyaman mungkin, untuk memudahkannya terlelap. Sampaikan pula aturan penggunaan telepon pintar dan alat elektronik di rumah, agar anak memahami waktu untuk tidur. Beberapa rutinitas lain, seperti menggosok gigi, berdoa sebelum tidur, dan mencuci kaki, dapat Anda terapkan.

    3. Membantu anak menyelesaikan masalah yang dialami di sekolah

    Beberapa anak mungkin rentan mengalami stres dan kecemasan karena sekolah, seperti pekerjaan rumah, ulangan harian, teman yang menyebalkan, bahkan mungkin menjadi korban bullying di sekolah.

    Luangkan waktu Anda, untuk memahami kondisi psikologis anak, serta membantunya menyelesaikan persoalan sedang dihadapi. Karena pada tahap yang parah, mungkin saja anak mengalami depresi.

    4. Memastikan anak mendapat sarapan yang sehat

    Tak dipungkiri, sarapan memainkan peran penting untuk kesehatan, serta memberikan energi untuk bagi anak untuk beraktivitas. Pastikan anak mendapat asupan nutrisi dari menu sarapan sehat, sebelum ia berangkat ke sekolah.

    Protein dengan rendah lemak, dan karbohidrat kompleks, sangat dianjurkan untuk meningkatkan fungsi otak dan menjaga energi anak. Telur rebus, smoothies buah, selai kacang, atau sereal gandum, dapat menjadi pilihan.

    5. Jika memungkinkan, siapkan bekal yang menarik

    Berbagai penyakit, seperti kondisi diare dan hepatitis A, mengintai anak, akibat jajan sembarangan. Cara terbaik untuk mencegah anak jajan sembarangan, yakni dengan membawakannya bekal yang sehat, jika memungkinkan bagi Anda untuk menyiapkannya.

    Anda bisa membuat bento, bekal ala masyarakat Jepang dengan bentuk yang menarik. Libatkan pula anak dalam menyiapkan bekal yang ia suka, dan tentunya menyehatkan.

    6. Sebisa mungkin, hindari berbagi penggunaan alat pribadi dengan orang lain

    Tidak hati-hati karena berbagi penggunaan alat pribadi, dapat memicu berbagai penyakit, seperti penyakit mono. Oleh karena itu, ajarkan anak Anda untuk tidak berbagi dan meminjam barang orang lain, seperti alat makan untuk makan siang.

    7. Memilih tas sekolah yang paling sesuai

    Berat tas sekolah atau ransel yang digunakan anak, penting untuk Anda perhatikan. Sebab, ransel yang terlalu berat dapat memicu sakit nyeri di punggung, memengaruhi cakram tulang belakang, dan postur tubuh anak.

    Baca juga: Trik Ajak Anak Tidur Siang, Bangun Mood dan Kenali Sinyal Kantuk

    Pilihlah tas dengan tali yang lebar, memiliki bantalan di bagian belakang, ataupun yang menggunakan sabuk untuk pinggang. Anda juga sebaiknya memastikan anak hanya membawa barang yang diperlukan.

    SEHATQ.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.