Jangan Asal, Antibiotik juga Bikin Alergi yang Mengancam Nyawa

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi antibiotik (pixabay.com)

    Ilustrasi antibiotik (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Obat-obatan, apalagi antibiotik, sebenarnya penyelamat saat Anda mengalami sakit yang disebabkan infeksi. Tapi, penyelamat ini bisa jadi masalah baru jika dikonsumsi sembarangan. Sebab, antibiotik bisa menimbulkan alergi, yang paling parah disebut dengan sindrom Stevens-Johnson atau SJS.

    Penyakit ini tergolong serius karena dapat membuat kulit penderita melepuh dan mengelupas seperti korban luka bakar. Selain antibiotik, beberapa jenis obat lain bisa menimbulkan reaksi yang sama, antara lain antibakteri jenis sulfa, obat-obatan untuk mengatasi kejang atau epilepsi, pereda rasa sakit jenis obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), dan obat untuk mengatasi infeksi HIV.

    Alergi antibiotik umumnya akan menimbulkan gejala seperti ruam-ruam dan bengkak di wajah. Namun sindrom Stevens-Johnson berbeda, berawal dengan batuk, sakit tenggorokan dan pegal-pegal, yang mirip seperti gejala flu biasa.

    Beberapa hari kemudian, gejala lain akan muncul. Mulai dari ruam-ruam merah keunguan, lepuhan, dan kulit yang mengelupas seperti menderita luka bakar. 

    Membran mukosa di mulut, mata, genital, dan saluran cerna juga bisa terpengaruh. Contohnya berupa mata terasa gatal dan sakit serta sakit pada tenggorokan saat menelan.

    Luasnya area tubuh yang terkena gejala alergi obat berbeda pada tiap penderita. Jika kondisi kulit mengelupas terjadi di bawah 10 persen dari luas permukaan tubuh, kondisi ini termasuk dalam sindrom Stevens-Johnson. Sementara kondisi pengelupasan kulit yang lebih dari 10 persen disebut toxic epidermal necrolysis

    Untuk mengetahui perbedaan tersebut, bantuan dokter sangat dibutuhkan. Segera periksakan diri ke dokter bila mengalami gejala alergi antibiotik atau obat lain yang mencurigakan.

    Selain akibat alergi obat, beberapa infeksi, seperti mycoplasma pneumonia, difteri, hepatitis, dan herpes juga berisiko memicu munculnya SJS.

    Sindrom Stevens-Johnson termasuk kondisi yang mengancam nyawa. Karena itu, penderita harus sesegera mungkin mendapatkan perawatan yang tepat.

    SEHATQ.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.