Penuaan Paru-paru karena Polusi Udara, Penyakit Kronis Mengancam

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan masker saat berkendara di Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Jakarta masuk dalam 4 kota dengan pencemaran udara terburuk di dunia setelah Dubai, New Delhi, dan Santiago. Indeks kualitas udara Jakarta menyentuh angka 164, masuk dalam kategori tidak sehat (151-200). TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga menggunakan masker saat berkendara di Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Jakarta masuk dalam 4 kota dengan pencemaran udara terburuk di dunia setelah Dubai, New Delhi, dan Santiago. Indeks kualitas udara Jakarta menyentuh angka 164, masuk dalam kategori tidak sehat (151-200). TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Polusi udara ditetapkan sebagai salah satu dari 10 ancaman kesehatan yang dihadapi penduduk dunia. Sebanyak 9 dari 10 orang diduga menghidrup udara kotor setiap hari. Kondisi ini menyebabkan berbagai masalah kesehatan salah satunya pada paru-paru. 

    Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa polusi udara membuat paru-paru warga Inggris menua empat tahun lebih cepat dibandingkan usia mereka. Penuaan paru-paru menyebabkan risiko penyakit paru-paru kronis. 

    “Hasil (penelitian) populasi luas di Inggris, sekali lagi, jelas memperkuat argumen untuk kebijakan pengendalian polusi udara yang lebih ketat di negara ini untuk melindungi paru-paru kita,” kata Dr. Samuel Cai, seorang peneliti dari Sekolah Ilmu Kesehatan dan Lingkungan Kependudukan di Inggris, dikutip dari laporan King’s College London, Rabu, 17 Juli 2019.

    Tim peneliti mempelajari data Biobank Inggris pada lebih dari 300.000 orang berusia 40-69 dan menguji fungsi paru-paru mereka.

    Seiring bertambahnya usia seseorang, fungsi paru-paru mereka kurang efektif, dalam beberapa kasus mengarah ke penyakit paru obstruktif kronis (COPD)—sekelompok kondisi paru-paru yang menyebabkan kesulitas bernafas, seperti bronkitis dan emfisema, menurut penelitian baru yang diterbitkan di Jurnal Respiratori Eropa.

    Paparan jangka panjang dari udara yang mengandung lima mikrogram polusi partikulat kecil per meter kubik bisa menuakan dini paru-paru hingga dua tahun. Dua pertiga populasi di Inggris tinggal di daerah yang mengandung 10 mikrogram partikulat kecil per meter kubik.

    Polusi partikel adalah campuran dari tetesan padat dan cair di udara dan dapat datang dalam bentuk kotoran, debu, jelaga atau asap, berasal dari tambang batu bara dan gas alam, mobil, pertanian, jalan yang tidak beraspal, dan lokasi konstruksi.

    Penelitian itu juga menunjukkan jumlah kasus COPD empat kali lebih tinggi daripada jika seseorang hidup dengan perokok dan setengah dari orang yang telah menjadi perokok.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.