Kunci Melepaskan Anak dari Kebiasaan Main Gawai, Berani Repot

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)

    Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gawai atau gadget sebenarya tidak berbahaya untuk anak jika penggunaannya dikendalikan. Tapi, umumnya anak menghabiskan sebagian besar waktu bermainnya dengan gawai sehingga mereka kurang melakukan eksplorasi dan interaksi dengan lingkungan.

    Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya. Itu sebabnya, para ahli menyarankan orang tua membatasi anak bermain gawai. Tapi bagaimana jika anak sudah terlanjur terbiasa bermain gawai?

    Psikolog Ratih Ibrahim mengatakan orang tua harus berani memisahkan anak dari gawai. Kuncinya, orang tua harus konsisten tidak memberi contoh bermain gawai di depan anak dan berani repot. Orang tua yang sering bermain gawai akan menjadi contoh bagi anaknya. “Jadi, simpan gadget waktu bersama anak, konsisten,” kata Ratih di acara peluncuran “Dongeng Aku Dan Kau untuk Anak Unggul Indonesia” Dancow di Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

    Ia juga menyarankan agar berhenti memberi anak gawai secara terus menerus. Ia sadar kebanyakan orang tua memberi gawai agar anak tenang sehingga orang tua bisa melakukan pekerjaan lain. Anak yang bermain gawai juga tidak membuat rumah berantakan sehingga mengurangi kerepotan orang tua.

    “Kadang-kadang kita malas repot. Tapi kalau mau anak tumbuh degan baik, harus berani repot, berani rumah berantakan, disiplin jangan beri anak gadget dan biarkan dia belajar mengeksplorasi,” ujar dia. 

    Ratih yang memiliki dua anak, juga pernah mengalami hal itu. Menurut dia, anaknya dulu sempat menghabiskan banyak waktu untuk bermain gawai. Ketika gawai diambil, anaknya marah. “Sambil dihibur, dipijat, diklitikin, lama-lama dia lupa mau main gadget. Kalau kegiatan kita bersama anak lebih asyik, kita bisa menyelamatkan anak dari gadget,” ujar dia.

    Banyak penelitian yang mengungkap dampak negatif bermain gawai yang tidak dikontrol. Selain jadi kurang eksplorasi sehingga mengganggu tumbuh kembangnya, anak juga kurang istirahat. Kurang istirahat bisa mempengaruhi perkembangan fisiknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.