Olahraga Basket dan Renang Bikin Tinggi, Mitos atau Fakta?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bola Basket. (shutterstock.com)

    Ilustrasi Bola Basket. (shutterstock.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beberapa olahraga yang diklaim dapat memanjangkan otot dan meninggikan badan, misalnya basket dan renang. Alasannya, para pemain basket dan perenang umumnya bertubuh tinggi. Tapi, benarkah kedua olahraga itu bisa membuat Anda lebih tinggi?

    Beberapa olahraga memang bisa membuat postur tubuh seseorang tampak lebih bagus dan memberi kesan tinggi. Tak hanya itu, olahraga yang dilakukan rutin pun membantu agar otot tidak kaku.

    Pada olahraga basket, misalnya, gerakan-gerakannya sarat dengan lari jarak pendek, berhenti, dan melompat. Nyatanya, ketika melompat untuk mengoper atau memasukkan bola, berat badan justru menekan tulang dan otot.

    Setelah melompat, pemain basket akan kembali mendarat. Ketika proses ini, lagi-lagi terjadi kompresi di tulang belakang. Kegiatan kompresi dan dekompresi selama bermain basket ini diklaim dapat menstimulasi aliran darah, bukan menambah tinggi badan seseorang.

    Begitu pun dengan renang, Bukan olahraganya yang bikin tinggi, tapi memang mereka yang bertubuh tinggi akan cenderung memilih olahraga renang karena bisa lebih optimal.

    Tangan, kaki, hingga punggung yang lebih panjang memberi mereka penampang yang lebih lebar untuk bergerak maju ke depan. Lihat saja rata-rata perenang di Olimpiade, setidaknya tinggi badan mereka adalah 188 cm untuk perenang pria dan 175 cm untuk perenang wanita.

    Tubuh yang tinggi juga membuat para atlet renang bisa bergerak dengan lebih leluasa di dalam air. Tak hanya itu, mereka juga bisa melakukan berbagai gaya renang – punggung, dada, kupu-kupu, dan lainnya – dengan lebih mudah berkat tinggi badan.

    Bandingkan saja dua atlet renang dengan tinggi badan berbeda. Perenang yang lebih tinggi akan bisa menjaga aliran air ke arahnya di level terendah. Sementara perenang yang lebih pendek tetap bisa melakukan hal yang sama, hanya saja tenaga yang dikeluarkan lebih besar. Konsekuensinya, dia akan mudah kelelahan.

    Artinya, berenang pun bukan olahraga bikin tinggi. Tapi orang-orang bertubuh tinggilah yang mendapatkan manfaat dari postur tubuh mereka ketika berenang.

    Bagaimana dengan gerakan memanjangkan tubuh saat berenang? Itu hanya sementara dan tidak akan bisa menciptakan perubahan drastis yang mendukung klaim bahwa olahraga bikin tinggi.

    Meski demikian, berenang bisa membuat seseorang lebih kuat. Ketika bergerak di dalam air, semua otot dalam tubuh bekerja. Tak hanya itu, berenang adalah olahraga yang melibatkan bagian atas dan bawah tubuh tanpa menekan tulang terlalu berlebihan seperti angkat beban.

    Sebanyak 60-85 persen tinggi badan ditentukan oleh faktor genetika seseorang. Sisanya barulah faktor lingkungan, terutama asupan nutrisi. Artinya, jika kedua orang tua memiliki tubuh tinggi, maka besar kemungkinan anaknya juga tinggi.

    SEHATQ.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.