Ini Alasan Anda Sebaiknya Tidur Pukul 10 Malam

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria tidur. shutterstock.com

    Ilustrasi pria tidur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang idealnya tidur selama tujuh hingga delapan jam sehari. Tapi, sekitar lima persen dari populasi mampu tidur hanya tiga jam saja setiap malam. Margaret Thatcher dan Winston Churchill hanya butuh tiga jam tidur untuk kembali aktif keesokan harinya, sementara yang lainnya perlu hingga sembilan jam.

    Dengan waktu tidur delapan jam, diketahui bahwa antara pukul 22.00 dan 06.00 adalah waktu yang tepat untuk tertidur karena cocok dengan ritme sirkadian alami.

    Matt Walker, pemimpin dari Sleep and Neuroimaging Lab di University of California, Berkeley, mengatakan bahwa, "ketika tiba waktu tidur, ada jendela beberapa jam --kira-kira antara jam 20.00 dan 24.00-- di mana otak dan tubuh Anda memiliki kesempatan mendapatkan non-REM dan REM yang dibutuhkan untuk berfungsi secara optimal".

    Tidur REM (rapid eye movement) adalah tidur yang ditandai dengan gerakan cepat dan acak dari mata. Sementara non-REM adalah tidur dengan pergerakan mata lambat.

    Jika Anda terjaga di tengah siklus tidur, ada kemungkinan Anda akan merasa lelah keesokan harinya terlepas berapa lama waktu yang dihabiskan untuk tidur.

    Ini karena tidur malam yang baik akan selalu terdiri dari sekitar lima hingga enam siklus tidur lengkap selama 90 menit bagi rata-rata orang dewasa untuk bisa bangun dengan perasaan segar.

    Kebanyakan orang-orang butuh waktu sekitar 15 menit sebelum mereka tertidur. Jadi, jika Anda ingin bangun tidur dengan perasaan segar kembali pada pukul 07.00 pagi, maka lebih baik tidur sekitar jam 21.45 atau 23.15.

    Tentu saja ada cara lain untuk bisa tidur nyenyak. Anda bisa menggunakan kalkulator tidur atau jam alarm siklus tidur, maupun aplikasi guna mengingatkan waktu terbaik untuk tidur dan bangun. Semua itu dapat membantu Anda menyelaraskan tubuh dengan ritme sirkadian alami.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.