Tak Hanya Menyenangkan, Origami juga Bermanfaat untuk Anak

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi origami (pixabay.com)

    Ilustrasi origami (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seni melipat kertas asal Jepang atau origami merupakan salah satu aktivitas yang disenangi anak-anak. Hanya bermodalkan kertas, anak bisa membuat beragam bentuk mainan. Rupanya berkreasi dengan origami juga dapat memberikan banyak manfaat bagi pelakunya.

    Ingin tahu apa saja? Dalam acara Festival Literasi Sekolah 2019, instruktur origami dan membatik, Kambali, menjelaskan empat di antaranya.

    1. Melatih kreativitas

    Hanya dengan melipat kertas saja, anak-anak pun bisa melatih kreativitas. Sebab, jika dilakukan dengan maupun tanpa contoh, anak-anak mendapatkan gambaran tentang bagaimana membentuk suatu karya. “Otak anak akan diasah sedemikian rupa untuk menciptakan bentuk. Jadi baik sekali untuk kreativitas,” katanya kepada TEMPO.CO di Jakarta pada Ahad, 28 Juli 2019.

    2. Belajar memecahkan masalah

    Problem solving atau pemecahan masalah ternyata sudah bisa diajarkan kepada anak sejak dini. Melalui lipatan kertas, anak-anak akan diajarkan bagaimana menyelesaikan suatu karya dengan sempurna. “Di awal, anak-anak mungkin kebingungan. Tapi kalau didorong rasa ingin tahu, mereka akan belajar cara menemukan jalan keluar dan ini baik sekali untuk perkara besar di masa depannya,” katanya.

    3. Melatih kesabaran

    Anak-anak tentu memiliki sifat ingin cepat dan mudah. Namun dengan berkarya melalui origami, keinginan tersebut pun bisa diredam. Mereka akan belajar apa yang dinamakan dengan sabar sehingga nantinya bisa tumbuh menjadi manusia yang tekun. “Anak-anak mau atau tidak kan harus telaten. Ini bentuk latihan kedewasaan dan ketekunan,” katanya.

    4. Meningkatkan kemampuan berpikir

    Ini adalah salah satu kelebihan origami yang jarang dimiliki aktivitas seni lainnya. Kambali mengatakan bahwa anak yang berkarya dengan origami akan mempunyai kemampuan berpikir lebih dari mereka yang tidak. Sebab, keterampilan ini membuat anak memvisualisasikan karya.

    “Jadi otaknya bekerja lebih keras lagi untuk membayangkan bentuk-bentuk kreasi. Jadi baik sekali untuk membantu dalam pelajaran geometri,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.