Demi Penampilan, Adipati Dolken Koleksi Sepatu dan Topi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adipati Dolken (Instagram @adipati)

    Adipati Dolken (Instagram @adipati)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai seorang publik figur, Adipati Dolken rupanya sangat memperhatikan penampilan. Ia sering tampil dengan gaya kekinian. Demi penampilannya, ia mengaku memiliki koleksi sepatu, topi dan hoodie.

    “Enggak ngitungin sih, yang jelas banyak banget. Kemana-mana kalau beli sesuatu pasti ingetnya sepatu, topi, sama hoodie,” katanya saat ditemui di kantor Tempo pada Selasa, 30 Juli 2019.

    Untuk sendiri, Adipati merasa jauh lebih nyaman jika mengoleksi jenis sneakers. Sebab, sepatu ini dapat digunakan dalam berbagai aktivitas hariannya. Meski demikian, ia juga memiliki beberapa sepatu resmi untuk acara-acara tertentu.

    “Paling senang sneakers. Tapi beberapa ada juga yang pantofel. Cuman dipakainya enggak setiap hari kayak sneakers. Kalau ada acara saja,” katanya.

    Sedangkan untuk topi, Adipati Dolken lebih menyukai model klasik ketimbang snapback. Karena menurutnya, snapback lebih cocok jika digunakan oleh remaja. Sedangkan model klasik lebih dapat dipakai untuk segala usia, tak terkecuali dirinya.

    “Lebih universal dan keren aja kalo yang klasik. Enggak ada alasan yang gimana-gimana,” katanya.

    Nah sedangkan untuk hoodie, jenis pakaian ini pun sudah sangat spesifik. Sehingga saat membeli, ia lebih memainkan pilihan warna. Menurut Adipati, dirinya sangat menyukai warna merah muda. Namun apabila warna tersebut tidak tersedia, ia akan memilih hitam, putih dan abu-abu.

    “Sepatu dan topi warna apa saja bebas. Tapi hoodie saya lebih memilih pink. Kalau enggak ada ya warna netral cowok, hitam, putih, abu-abu,” kata Adipati Dolken.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.