Selasa, 17 September 2019

Waspadai Dampak Bencana Gempa bagi Kesehatan Tubuh

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga korban gempa berada di tempat pengungsian di Desa Balitata Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis, 18 Juli 2019. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari pascagempa. ANTARA

    Sejumlah warga korban gempa berada di tempat pengungsian di Desa Balitata Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis, 18 Juli 2019. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari pascagempa. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4 telah terjadi di arah barat daya Sumur, Pandeglang, Banten pada 2 Agustus 2019 pukul 19.03 WIB. Rupanya, dalam kejadian seperti ini, kerugian bukan hanya dirasakan dari segi properti seperti keretakan rumah dan gedung saja, namun juga fisik para korban.

    Seperti dilansir dari Medical News Today, Dr. Susan A. Bartels dan ulasan Dr. Michael J. Van Rooyen yang diterbitkan Online First in The Lancet mengatakan bahwa berbagai gangguan kesehatan bisa terjadi akibat gempa bumi. Mereka pun lantas menjelaskan bagaimana dan apa saja dampak yang ditimbulkan itu.

    Menurut Bartels, karena gempa bumi sering mempengaruhi daerah perkotaan yang padat dengan standar struktural yang buruk, akibatnya tingkat kematian tinggi dan juga korban jiwa dengan banyak luka traumatis.

    Banyak pasien yang bertahan dengan komplikasi berkelanjutan yang menyebabkan penambahan morbiditas (kondisi yang mengubah kesehatan dan kualitas hidup individu) dan mortalitas (jumlah angka kematian berdasarkan jumlah populasi).

    Sejumlah warga korban gempa berada di tempat pengungsian di Desa Balitata Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis, 18 Juli 2019. ANTARA

    Dibandingkan orang dewasa, anak-anak memiliki risiko cedera dan kematian yang lebih tinggi akibat bencana gempa bumi. Seperti data yang diambil pada bencana di Haiti, 53 persen pasien korban gempa berusia di bawah 20 tahun dan 25 persen berusia di bawah 5 tahun.

    Kelompok lain yang berisiko tinggi dibandingkan populasi umum adalah lansia. Beberapa penelitian menyebutkan, lansia memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang lebih muda dan berisiko terisolasi secara sosial setelah bencana alam karena reaksi lebih lambat dan mungkin tidak mampu atau tidak mau mengevakuasi diri dari rumah.

    Situs resmi Badan kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan dampak panjang pada kesehatan yang akan timbul pascagempa bumi adalah infeksi pada luka yang tidak diobati segera setelah kejadian. Kemudian juga meningkatnya morbiditas, yaitu suatu kondisi yang mengubah kesehatan dan kualitas hidup, dan juga risiko komplikasi terkait pada seseorang yang sedang hamil.

    Dampak terhadap lingkungan sekitar yang juga mempengaruhi kesehatan tubuh adalah potensi risiko penyakit menular. Hal ini terutama terjadi pada daerah yang memiliki penduduk yang padat. Dampak lain adalah potensi pencemaran lingkungan oleh bahan-bahan kimia atau radiologis untuk kasus gempa bumi di area industri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.