Yang Wajib Dilakukan saat Mengalami Serangan Jantung

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)

    Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Serangan jantung adalah suatu kondisi yang wajib diwaspadai. Jika tidak segera ditangani, pasien yang mengalaminya pun memiliki risiko kematian yang tinggi. Lalu, saat dihadapkan dengan hal ini, bagaimanakah seseorang harus bertindak?

    Spesialis jantung Hengkie F. Lasanudin memberikan sarannya. Pertama, pasien harus segera beristirahat dari segala aktivitas yang tengah dikerjakan. Ia pun mencontohkan serangan jantung yang dihadapi saat berolahraga. 

    Menurutnya, pasien harus segera duduk atau jika memungkinkan tidur terlentang. Hengkie mengatakan bahwa hal ini bisa membantu peredaran oksigen yang tersumbat ke bagian jantung untuk bergerak lebih cepat.

    “Stop aktivitas. Jangan memaksakan olahraga, kembali ke rumah atau ke rumah sakit. Cukup diam dan duduk atau tiduran untuk melancarkan oksigen,” katanya.

    Selanjutnya, saat keadaan mulai membaik dan memungkinkan bagi seseorang untuk bergerak, segera telepon keluarga atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Jika belum pernah mengalami serangan jantung, hindari memasukan apapun ke dalam mulut sebab ini akan memperparah keadaan.

    “Setelah telepon untuk mendapatkan bantuan, jangan lakukan apa-apa, termasuk makan atau minum karena pada kondisi ini kerja tubuh sedang tidak normal sehingga komplikasi bisa terjadi jika diberikan sesuatu dari luar,” katanya.

    Sedangkan bagi mereka yang pernah mengalami serangan jantung, diwajibkan untuk meletakan obat isosorbide dinitrate sesuai dosis dari dokter seraya menunggu bantuan dating, sebab obat ini bisa secara perlahan bekerja pada pembuluh darah.

    “Langsung taruh di bawah lidah agar melemaskan dan melebarkan pembuluh darah,” katanya. “Hanya itu saja yang bisa dikerjakan. Selebihnya adalah urusan dokter, jadi harus segera mendapatkan penanganan dari dokter.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.