Alasan Baim dan Rinni Wulandari Tak Suka Karaoke

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain gitar Ibrahim Imran atau biasa dikenal dengan Baim bercanda bersama anaknya Sarah Ebiela Ibrahim saat menghadiri konferensi pers Konser Amal Dari Gitaris Untuk Indonesia di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), (10/2). TEMPO/Nurdiansah

    Pemain gitar Ibrahim Imran atau biasa dikenal dengan Baim bercanda bersama anaknya Sarah Ebiela Ibrahim saat menghadiri konferensi pers Konser Amal Dari Gitaris Untuk Indonesia di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), (10/2). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Profesi boleh sebagai penyanyi. Tapi Rinni Wulandari mengaku tidak terlalu suka berkaraoke. Menurutnya, kegiatan yang buat orang lain menyenangkan dan bisa jadi pelepas stres itu secara otomatis akan dilakukannya dengan serius di atas panggung.

    "Jarang karaoke, kalau teman-teman ajak kumpul karaoke kubilang ‘Enggak deh’," tutur Rinni.

    "Buat mereka karaoke itu fun tapi kalau aku nyanyi enggak bisa fun, tapi menyanyi harus benar,” tambahnya.

    Daripada terkesan pamer suara merdu saat karaoke, Rinni mengaku lebih senang membantu memilih-milih lagu yang akan dinyanyikan teman-temannya. Jebolan Indonesian Idol itu terpilih sebagai salah satu juri kompetisi menyanyi digital “Joox Karaoke Superstar Volume 2” bersama Tantri Kotak dan Ibrahim Imran alias Baim "The Dance Company".

    Para mentor dalam ajang pencarian bakat Joox Karaoke Superstar di Grand Indonesia, Jakarta. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    Ternyata Tantri dan Baim juga punya pendapat serupa soal karaoke. Baim bukan orang yang sengaja menyempatkan diri untuk berkaraoke, tapi dia mau tidak mau harus rela "ditodong" menyanyi bila berada di acara teman-temannya. Meski demikian, ia tidak menyepelekan karaoke.

    "Karaoke itu hal yang sulit dilakukan lho karena butuh latihan juga," tutur Baim.

    Sementara Tantri biasanya memanfaatkan karaoke untuk menyanyikan lagu-lagu yang sulit dia bawakan di panggung, seperti lagu yang bukan milik band Kotak. Ketika ada keinginan untuk melantunkan lagu-lagu kesukaannya, dia memanfaatkan aplikasi di telepon seluler untuk berkaraoke.

    "Dulu harus ke tempat karaoke dan bayar, mendingan pakai aplikasi gratis," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.