Jangan Biasakan Sering Begadang, Awas Bahayanya bagi Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ilustrasi. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Foto ilustrasi. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang yang sering begadang dengan berbagai alasan, seperti kebiasaan, insomnia, tuntutan pekerjaan, punya bayi, dan sebagainya. Kegiatan tersebut memang membuat orang sering kali mengabaikan kebutuhan untuk tidur.

    Demi menyelesaikan pekerjaan atau kesenangan, orang sering begadang semalaman. Ada pula yang menganggap tidur sebagai kegiatan yang tidak penting dan hanya membuang waktu. Padahal, memenuhi waktu tidur amat penting untuk kesehatan.

    Beberapa penyakit, dari yang ringan sampai berat, bisa muncul akibat kurang tidur. Setiap orang dewasa disarankan cukup tidur setiap hari selama 6-8 jam. Berikut ini dampak negatif yang timbul akibat sering begadang, dilansir dari Boldsky.

    #Rentan terinfeksi penyakit
    Salah satu efek terparah dari kurang tidur adalah menurunnya daya tahan tubuh. Saat daya tahan tubuh seseorang menurun dan berada dalam kondisi lemah, ia akan mudah terinfeksi penyakit. Salah satu penyakit yang paling mudah menyerang adalah flu.

    #Kelelahan
    Sangat penting tidur yang cukup agar tubuh bisa beristirahat dengan baik. Setelah bangun, tubuh akan terasa segar dan siap kembali beraktivitas. Jika kurang tidur, tubuh akan letih dan kelelahan.

    Ilustrasi begadang. shutterstock.com

    #Gangguan kerja otak
    Tak hanya untuk tubuh, tidur juga bagus untuk kesehatan otak. Saat tidur, otak beristirahat dari segala aktivitas, dan itu bagus untuk menormalkan fungsinya. Itu sebabnya, seseorang akan sulit berpikir atau konsentrasi jika kurang tidur. Jika gejala ini dibiarkan, bukan tak mungkin orang yang kurang tidur itu menjadi stres.

    #Berat badan naik
    Saat seseorang kurang tidur, hormon stres akan meningkat. Kondisi ini memicu berat badan mengalami kenaikan karena orang yang mengalami stres biasanya “menebus” tekanan yang dirasakan dengan makan.

    #Tingkatkan risiko diabetes
    Kurang tidur menyebabkan resistensi insulin. Ketika seseorang kurang tidur, tubuh tidak akan dapat menggunakan glukosa untuk energi. Hal itu bisa meningkatkan risiko diabetes.

    #Sakit jantung
    Beberapa penelitian mengungkap kurang tidur merupakan salah satu penyebab utama masalah jantung dan stroke.

    #Gangguan penglihatan
    Ketika kurang tidur, otot mata menjadi tegang, sehingga akan merasa kesulitan membuka mata. Dampak lain, mata akan terasa panas seperti terbakar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.