Selasa, 17 September 2019

Jaga Kesehatan Mental dengan Menghindari Stres di Kantor

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi stres (pixabay.com)

    ilustrasi stres (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernahkah Anda mengalami kelelahan dan stres yang mendalam karena pekerjaan? Jika ya, Anda patut waspada karena menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ini dikenal sebagai istilah burnout dan dikategorikan dengan masalah kesehatan mental. 

    Meski demikian, bukan berarti hal itu tak bisa dikendalikan. Anda tetap bisa menjaga dengan satu cara, yakni pemeliharaan diri sendiri. Untuk mewujudkannya, situs Good Morning America dan Forbes pun membagikan beberapa tips.

    #Memiliki jadwal yang seimbang
    Memiliki jadwal yang seimbang ini bisa diartikan dengan urusan kantor yang harus setara dengan urusan diri sendiri. Dengan demikian, Anda tidak merasa stres karena pekerjaan kantor, namun juga diimbangi dengan aktivitas peremajaan diri. Contohnya, Anda boleh bekerja namun sempatkan waktu juga untuk bercanda dengan teman, mendengarkan lagu favorit, makan dengan nyaman dan tidak terburu-buru, atau bahkan sekedar melakukan latihan pernapasan.

    #Mendengarkan keinginan tubuh
    Saat terlalu fokus dengan pekerjaan, waktu pun hanya terbuang untuknya. Sehingga lambat laun, rasa stres karena masalah dan pekerjaan yang tak kunjung selesai pun akan dialami. Untuk itu, cobalah beralih dengan melampiaskan keinginan tubuh. Saat terlalu lelah dan lapar, misalnya, segeralah bergegas untuk istirahat lebih dini dan konsumsi pula makanan yang bergizi. Saat di kantor, apabila Anda duduk terlalu lama, meninggalkan pekerjaan sebentar sambil melakukan peregangan juga bisa dilakukan.

    #Memberikan batasan
    Memberikan batasan seperti tidak menggunakan gawai saat berkumpul dengan keluarga atau sedang makan bersama adalah hal yang baik sebab ada kalanya Anda terlalu sibuk dengan pekerjaan yang ada pada gawai sehingga mengesampingkan bahkan menduakan aktivitas penting lain. Cara lain, Anda juga bisa mulai menolak pekerjaan yang mungkin berdampak pada aktivitas pribadi. Memang, di awal akan sulit untuk melakukannya karena takut tidak dianggap professional. Namun, perusahaan seharusnya mengerti setiap orang juga memiliki waktu kerja dan waktu untuk dirinya sendiri.

    #Mengambil waktu libur
    Setiap pekerja tentu diberikan waktu libur oleh perusahaan. Dan saat Anda memutuskan untuk menikmatinya, pergunakanlah dengan sebaik mungkin dalam arti berhenti memikirkan tentang bagaimana pekerjaan yang ditinggalkan. Bahkan, jika memungkinkan, jangan angkat atau balas telpon dan pesan yang dikirimkan selama liburan, sebab liburan adalah waktu yang tepat untuk menjernihkan pikiran dari beban dan masalah, di mana salah satunya ditemui di kantor. Setelah kembali bekerja, barulah Anda menjadi profesional lagi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.