Alasan Perjalanan Touring Dianjurkan saat Ada Cahaya Matahari

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta Turing Kemerdekaan Tempo dengan rute Jakarta-Bali mempersiapkan motornya sebelum berangkat di kantor Tempo, Jakarta, 12 Agustus 2019. Peserta Turing Kemerdekaan Tempo-Yamaha akan finish di Pulau Dewata, Bali, pada 16 Agustus 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    Seorang peserta Turing Kemerdekaan Tempo dengan rute Jakarta-Bali mempersiapkan motornya sebelum berangkat di kantor Tempo, Jakarta, 12 Agustus 2019. Peserta Turing Kemerdekaan Tempo-Yamaha akan finish di Pulau Dewata, Bali, pada 16 Agustus 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Touring Jakarta-Bali sedang dilakukan oleh komunitas sepeda motor Go Max Riders bersama dengan Tempo untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-74. Sebanyak 40 pengendara pun telah berangkat dari gedung Tempo di kawasan Palmerah, Jakarta, pada 12 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB.

    Rupanya, pilihan waktu di pagi hari ini bukanlah suatu hal yang kebetulan. Ketua umum Go Max Riders, Anang Fauzi, menjelaskan alasannya. Pertama, ini terkait jam biologis seseorang untuk beraktivitas. Menurutnya, akan lebih efektif bila seseorang melakukan perjalanan saat sedang waktunya bekerja. Sebaliknya, malam hari tidak disarankan lantaran kantuk yang mungkin bisa dirasakan saat berkendara.

    “Umumnya manusia pagi hari sampai sore akan melakukan kegiatan dan malamnya tidur. Jadi kita juga mengikuti waktu itu. Pergi di pagi hingga sore hari dan beristirahat di malam harinya,” katanya.

    Selanjutnya, ia juga mengatakan bahwa fokus dan konsentrasi pengendara umumnya akan dirasakan pada pagi hingga sore hari, atau lebih tepatnya saat matahari masih terang. Sedangkan saat malam hari, seseorang akan lebih lelah dan malas.

    “Kalau sudah tidak ada matahari, orang pasti bawaannya leyeh-leyeh dan istirahat. Jadi fokusnya berkurang dan tidak cocok untuk berkendara,” katanya.

    Terakhir, ini juga dikaitkan dengan masalah penerangan. Pada pagi hingga sore hari, pengendara akan terbantu dengan matahari untuk melihat kendaraan lain. Sedangkan pada malam hari, mereka harus bergantung kepada lampu yang jangkauannya tidak terlalu luas.

    “Kalau ada kendaraan yang melintas tanpa lampu, kecelakaan akan lebih mungkin terjadi. Itulah kenapa berkendara pagi hari atau saat ada matahari lebih disarankan untuk touring jarak jauh,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.