Dampak Langsung Kebakaran Hutan, Iritasi Mata dan ISPA

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran hutan. REUTERS

    Ilustrasi kebakaran hutan. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Imran Agus Nurali mengatakan dampak langsung yang paling sering dialami oleh masyarakat terdampak asap kebakaran hutan dan lahan adalah iritasi pada mata dan saluran pernapasan atas. Masyarakat yang terpapar asap akibat kebakaran hutan akan mengalami perih pada mata karena iritasi dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). "Kemudian yang punya riwayat asma, khususnya untuk lansia, bisa terpicu asmanya," kata dia seperti dilansir Antara.

    Imran memberikan penekanan khusus pada kelompok masyarakat rentan, seperti ibu hamil, balita dan lansia yang bisa lebih mudah terdampak asap karhutla. Dia menyarankan agar kelompok masyarakat rentan tersebut menghindari paparan asap dengan tidak keluar rumah. Dia berharap pemerintah daerah bisa menyiapkan ketersediaan masker kepada masyarakatnya dalam upaya meminimalkan dampak asap karhutla. Namun Imran mengatakan Kementerian Kesehatan siap memasok logistik berupa masker apabila pemerintah daerah memerlukan.

    Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta kepada kementerian-lembaga terkait dan pemerintah daerah untuk segera mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia untuk mencegah terjadinya kasus penyakit akibat asap. Nila mengatakan asap dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Pulau Kalimantan dan Sumatera bisa berdampak terhadap kelompok masyarakat rentan, seperti anak kecil, ibu hamil, dan orang tua yang menderita asma.

    "Ini dampaknya di hilir, ke kami. Seperti ISPA pada anak-anak, orang tua yang ringkih yang punya asma, begitu tidak bisa napas ada kejadian, ini tidak enaknya kami di hilir. Kami dorong membantu memberi masker, membantu memberi pelayanan kesehatan, tapi juga meminta kepada BNPB, kepada kementerian yang lain, tolong atasi asap ini," kata Nila Selasa 13 Agustus 2019 di Jakarta.

    Nila mengatakan dirinya sudah merasakan sendiri gangguan akibat asap saat melakukan kunjungan kerja di Kalimantan Barat. "Saya kemarin dari Kalbar, saya merasakan sekali asapnya luar biasa juga," kata dia.

    Nila juga berharap pada kepala daerah yang di wilayahnya terdapat kebakaran hutan dan lahan bisa secara tegas mengatasi karhutla dan menindak tegas pelaku pembakaran yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.