Awas Barang KW, Perhatikan Hal ini Saat Belanja Online

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbelanja online memang sudah menjadi kebutuhan banyak orang. Terlebih dengan segala kesibukan pekerjaan, tentu akan menyita waktu untuk belanja. Meski demikian, dalam membeli barang, khususnya barang bermerek, berbagai pertimbangan pun harus dipikirkan. Sebab, dengan uang yang banyak dikeluarkan, tentu Anda tak ingin tertipu dan menerima barang KW, bukan?

    Dalam acara media gathering, Director Shopee Indonesia, Handhika Jahja membagikan beberapa tips dalam belanja online. Pertama, ini berhubungan dengan harga. Menurutnya, setiap barang yang diinginkan tentu akan memiliki nilai. Apabila itu jauh lebih murah, Handhika pun menyarankan untuk berpikir ulang. “Di pasaran harganya dua juta tapi dia jual 500 ribu, itu customer wajib curiga. Kecuali bekas, masih mungkin. Tapi kalau baru, sudah pasti tidak original,” katanya di Jakarta pada 14 Agustus 2019.

    Selain itu, kredibilitas dari penjual juga harus diperhatikan. Dalam hal ini, Handhika mengatakan bahwa customer harus melihat apakah rating yang diberikan tinggi. Selain itu, jumlah testimoni yang pembeli juga banyak. Dengan demikian, kualitas dari barang yang akan dibeli tentu akan terjamin. “Kalau dia tidak ada ratingnya atau banyak yang memberi review buruk, customer juga harus waspada. Bisa jadi barangnya tidak original,” katanya.

    Terakhir, ia juga mengingatkan untuk memperhatikan jumlah barang yang tersedia. Menurut Handhika, barang bermerekyang dijual online, tidak memiliki jumlah yang banyak. Terlebih jika dibandingkan dengan beli di toko. Sehingga jika seseorang menemukan hal ini dengan mudah, dia pun harus berhati-hati.

    “Misalnya mau beli sepatu olahraga dari brand terkenal. Kalau dia ada size lengkap dari 36 sampai 45 dan semua warna tersedia, harus diwaspadai. Karena barang online biasanya yang beli penjualnya di toko. Jadi pasti limited, tidak bisa beli semua,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.