Pria Usia 40 Tahun ke Atas dan Pelari Maraton Diimbau Cek Jantung

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)

    Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Spesialis jantung Dr. Dyana Sarvasti, SpJP (K) mengatakan jika seseorang yang sudah memasuki usia 40 tahun ke atas sebaiknya melakukan pemeriksaan kondisi jantung karena penyakit jantung koroner tidak diketahui penyebab awalnya.

    "Untuk laki-laki 40 tahun dan untuk perempuan 45 tahun sebaiknya periksa kondisi kesehatan jantung," katanya.

    Ia menjelaskan, demikian pula dengan seorang pelari maraton sebaiknya melakukan pemeriksaan jantung untuk mengetahui kemampuan jantungnya bekerja dengan baik atau tidak.

    "Pelari maraton sebaiknya didahului dengan pemeriksaan jantung. Terlebih kepada mereka yang sempat menderita penyakit jantung, harus dengan pelatihan yang tepat," katanya.

    Ia menuturkan, penderita penyakit jantung koroner sebenarnya masih bisa berolahraga dengan intensitas tinggi asalkan disertai dengan pengawasan yang benar dari tim medis.

    "Karena kalau dilatih dengan cara yang benar dan tepat, maka penderita jantung koroner bisa melakukan aktivitas, termasuk olahraga yang berat," katanya.

    Pemeriksaan itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti meninggal secara mendadak.

    "Selama 25 tahun terakhir penyakit jantung koroner menjadi salah satu penyebab kematian utama seseorang," katanya.

    Oleh karena itu, pemeriksaan dan penanganan terapi yang benar bisa menghindarkan seseorang terkena serangan jantung, terutama bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun.

    "Terlebih bagi mereka yang memiliki aktivitas tinggi serta memiliki riwayat penyakit jantung," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.