Fokus Investasi Properti, Ini Alasan Ernest Prakasa

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komika sekaligus Sutradara dan pemeran dalam film Cek Toko Sebelah Ernest Prakasa saat ditemui usai peluncuran Cek Toko Sebelah The Series di kawsan Kuningan, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018. Serial ini dibintangi oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dodit Mulyanto, Arafah Rianti, Dion Wiyoko, Gisella Anastasia serta Adinia Wirasti.TEMPO/Nurdiansah

    Komika sekaligus Sutradara dan pemeran dalam film Cek Toko Sebelah Ernest Prakasa saat ditemui usai peluncuran Cek Toko Sebelah The Series di kawsan Kuningan, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018. Serial ini dibintangi oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dodit Mulyanto, Arafah Rianti, Dion Wiyoko, Gisella Anastasia serta Adinia Wirasti.TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor dan produser Ernest Prakasa rupanya sangat bijak dalam mengelola keuangannya. Tak sekedar ditabung begitu saja, namun ia pun menginvestasikannya ke hal yang lebih bermanfaat. Setelah mencoba berbagai jenis investasi, ia lantas memutuskan untuk memilih properti saja. “Saya sudah pernah coba tiga investasi, reksadana, valuta asing dan properti. Tapi paling cocok dan sampai sekarang dijalani ya properti,” katanya saat ditemui Tempo.co dalam acara Wealth Wisdom di Jakarta pada 15 Agustus 2019.

    Ernest menyebutkan beberapa alasan kesukannya berinvestasi di bidang properti. Pertama berhubungan dengan tingkat keamanan yang tinggi. Dari segi keuntungan, kata Ernest, pasti investasi di bidang properti lebih terjamin. hal itu berbanding terbalik dengan investasi di bidang reksadana dan valuta asing yang nilainya fluktuatif. “Saya melihatnya, properti kita bayar, pasti naik. Kalau reksadana dan valuta asing kan kurang pasti. Bisa naik turun, fluktuatif mengikuti pasar,” katanya.

    Alasan lain, sebagai seorang pekerja seni Ernest mengaku bahwa dirinya tidak memiliki banyak waktu luang. Jika ia berinvestasi pada reksadana dan valuta asing, dirinya pun harus senantiasa melihat dan memperhatikan grafik. Sebaliknya, berbeda dengan properti yang bisa ditinggal, tanpa harus diawasi. “Jujur saya tidak bisa mengaturnya karena kesibukan, tapi saya tetap mau investasi. Jadi memang properti cocok untuk saya karena tidak ngulik-ngulik investasi,” katanya.

    Ernest Prakasa tidak menyebutkan angka pasti jumlah properti yang dimilikinya. Namun memang kini, hal tersebut yang paling menguntungkan untuk dirinya. Ia pun mengajak banyak orang untuk melakukan hal serupa. “Ya enggak banyak kok, tapi ada dan fokusnya di bidang properti saja. Untuk teman-teman yang sama dengan saya, boleh juga dicoba,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.