Selasa, 17 September 2019

Body Shaming Akibatkan Gangguan Makan, Simak Jenis dan Gejalanya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak makan apel (pixabay.com)

    Ilustrasi anak makan apel (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelantun “Havana”, Camila Cabello, baru-baru ini mengekspresikan perlawanannya terhadap body shaming. Perlawanan tersebut ia sampaikan melalui kiriman Instagram Story di akun pribadinya. Ia mengatakan, selulit dan lemak di perutnya merupakan hal yang normal.

    Body shaming memang perilaku yang berefek negatif. Orang yang kerap mengalami body shaming, atau juga fat shaming, berisiko untuk menderita berbagai gangguan mental, seperti gangguan makan anoreksia nervosa. Selain anoreksia nervosa, ada banyak jenis gangguan makan lainnya seperti bulimia nervosa. Ada pula gangguan makan lain, seperti pica dan binge eating. Simak penjelasannya seperti dilansir SehatQ.

    1. Gangguan makan anoreksia nervosa
    Anoreksia nervosa, atau anoreksia, adalah gangguan makan yang mungkin paling dikenal. Para penderita anoreksia merasa diri mereka gemuk atau memiliki berat badan berlebih. Padahal, penderita gangguan makan ini juga banyak yang sebenarnya tergolong kurus. Biasanya, anoreksia nervosa menyerang remaja dan individu berusia dewasa muda. Gangguan makan ini lebih banyak menyerang perempuan daripada kaum laki-laki. Orang yang menderita anoreksia nervosa akan sering mengecek berat badan, menghindari makanan tertentu, dan cenderung membatasi asupan kalori.

    Beberapa gejala anoreksia nervosa yang kerap diperlihatkan penderitanya, yakni:
    a. Tubuh yang tergolong kurus, jika dibandingkan dengan orang-orang seumuran
    b. Sangat membatasi pola makan
    c. Ketakutan mendalam terhadap kenaikan berat badan, atau gigih untuk menghindari kenaikan berat badan (walau bertubuh kurus)
    d. Terlalu menginginkan tubuh kurus, dan tak ingin mempertahankan bobot yang sebenarnya sudah sehat dan ideal
    e. Memiliki citra tubuh negatif, seperti tak mau disebut kurus
    f. Kepercayaan diri dipengaruhi oleh berat badan dan bentuk tubuh

    2. Gangguan makan bulimia nervosa
    Bulimia nervosa merupakan gangguan makan, yang membuat penderitanya makan sangat banyak (binge eating), tapi kemudian melakukan usaha untuk mengeluarkan makanan tersebut. Usaha tersebut seperti muntah secara dipaksa, puasa, menggunakan obat pencahar, dan olahraga secara berlebihan. Usaha untuk mengeluarkan makanan yang telah dikonsumsi tersebut, dikenal dengan istilah purging.

    Seperti anoreksia, bulimia nervosa juga sering mulai muncul pada masa remaja, atau periode dewasa muda. Selain itu, gangguan makan ini juga lebih berisiko dialami oleh perempuan.

    Berikut ini beberapa gejala bulimia nervosa yang umum terjadi.
    a. Sering melakukan binge eating, dan sulit mengontrol hal tersebut
    b. Sering melakukan perilaku purging, sebagai usaha untuk mencegah kenaikan berat badan
    c. Bentuk tubuh dan berat badan sangat memengaruhi kepercayaan diri
    d. Takut mengalami kenaikan berat badan, walau memiliki bobot yang sebenarnya normal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.