Minggu, 15 September 2019

Bahaya Urine Tikus, Ini 10 Penyakit yang Disebabkan oleh Tikus

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tikus. dailymail.co.uk

    Ilustrasi tikus. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Tikus dapat menyebarkan penyakit yang membahayakan kesehatan manusia lewat kontaminasi feses dan urine. Bukan hanya keberadaannya di rumah yang dirasa mengganggu, tikus juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

    Salah satu contohnya adalah penyakit leptospirosis. Penularan penyakit ini terjadi ketika manusia mengonsumsi makanan atau cairan yang terkontaminasi urine dari hewan yang terinfeksi bakteri Leptospira. Masih banyak lagi penyakit yang disebabkan oleh tikus baik melalui virus ataupun bakteri.

    Memang tidak semua tikus terkontaminasi virus. Meski demikian, ada baiknya menghindari kontak dengan tikus dan kotoran atau urinenya. Berikut ini beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus:

    1. Leptospirosis
    Ketika luka terbuka terinfeksi urine tikus yang terinfeksi, maka leptospirosis bisa jadi risiko. Penyakit ini terjadi karena bakteri Leptospira. Setelah terinfeksi, biasanya gejala akan mulai muncul dua minggu kemudian. Gejalanya serupa dengan flu, yaitu sakit kepala, demam, hingga nyeri otot.

    Ilustrasi tikus. mirror.co.uk

    2. Sindrom paru hantavirus
    Penyakit yang disebabkan oleh tikus pertama adalah sindrom paru hantavirus (Hantavirus pulmonary syndrome). Penyakit yang disebabkan oleh virus ini menular lewat tiga cara. Pertama, ketika menghirup udara yang terkontaminasi urine atau feses tikus. Kedua, kontak langsung dengan urine atau feses tikus. Ketiga, apabila seseorang mengalami luka gigitan akibat tikus.

    Gejala awalnya adalah lemah, demam, nyeri sendi terutama di bagian paha, punggung, dan terkadang bahu. Sepuluh hari kemudian, gejalanya akan memburuk dan bertambah batuk hingga dada yang terasa sesak karena paru-paru terisi cairan.

    3. Salmonellosis
    Tikus juga bisa menjadi sumber penularan penyakit salmonellosis. Ketika terinfeksi, penderitanya akan merasakan masalah pada pencernaan seperti kram perut, mual, hingga diare. Meski demikian, proses penyembuhan dari penyakit ini cenderung cepat.

    4. Pes
    Pes atau plague merupakan infeksi yang mematikan akibat bakteri Yersinia pestis. Penyakit ini disebarkan melalui kutu yang hidup pada hewan pengerat seperti tikus. Saat ini, penyakit pes menyerang 5.000 orang setiap tahunnya. Pada abad pertengahan di Eropa, pes disebut sebagai "black death" karena menyebabkan ratusan juta orang meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.