Selasa, 17 September 2019

Ketika Anak Jalanan Menjadi Barista, Belajar Kreatif dan Mandiri

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak jalanan di Kota Surabaya dilatih sebagai barista atau orang yang membuat dan menyajikan kopi kepada pelanggan di Kedai Kopi Anak Negeri kawasan area parkir Kantor Dinas Sosial Surabaya. istimewa/Antaranews

    Sejumlah anak jalanan di Kota Surabaya dilatih sebagai barista atau orang yang membuat dan menyajikan kopi kepada pelanggan di Kedai Kopi Anak Negeri kawasan area parkir Kantor Dinas Sosial Surabaya. istimewa/Antaranews

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah anak jalanan di Kota Surabaya, Jawa Timur, siap diberdayakan sebagai barista atau orang yang membuat dan menyajikan kopi kepada pelanggan di Kedai Kopi Anak Negeri kawasan area parkir Kantor Dinas Sosial Surabaya. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Supomo, di Surabaya, Senin 19 Agustus 2019, mengatakan pihaknya berusaha untuk memberikan solusi kepada para anak-anak jalanan agar bisa menjadi pemuda yang kreatif dan mandiri, dan sekaligus bisa menciptakan peluang kerja sendiri. "Semangatnya adalah pemberdayaan," kata Supomo.

    Menurut dia, para Barista besutan Dinsos Surabaya ini nantinya akan difasilitasi berbagai alat dan perlengkapan pembuatan kopi, sekaligus juga disiapkan kedai berupa container box serta lokasi untuk berjualan. Sistem pelatihannya, lanjut dia, adalah belajar sambil bekerja. Bahkan pihaknya juga sudah mendapatkan dukungan dari manajemen hotel Accor Group yang siap menampung para barista anak jalanan binaan Dinsos Surabaya untuk magang di sejumlah hotelnya.

    Supomo mengaku jika proses pelatihan dan pengadaan alat dan perlengkapan pembuatan kopi untuk barista anak jalanan adalah hasil kerja sama dari berbagai pihak yang selama ini mendukung program sosial di instansinya. "Tenaga ahli yang memberikan pelatihan adalah relawan, dan pengadaan alat dan perlengkapan pembuatan kopi bisa kami dapatkan dari CSR. Yang pasti biayanya tidak mahal, namun hasilnya cukup signifikan," katanya.

    Supomo berharap agar program terbaru ini bisa mendapatkan dukungan dari semua pihak karena bertujuan sosial atau tidak mencari keuntungan yakni memberdayakan anak jalanan yang berlatar belakang keluarga tidak mampu. "Caranya mudah, cukup dengan meramaikan kedai kopi para anak jalanan yang kami namakan Kedai Kopi Anak Negeri. Karena dengan membeli hasil karya mereka, akan mendapat dua keuntungan sekaligus yakni mendapatkan minuman kopi yang nikmat dengan berbagai varian, juga menjadi tabungan ibadah karena membantu kaum tidak mampu," ujarnya.

    Supomo mengatakan jika pihaknya akan segera melakukan peresmian Kedai Kopi Anak Negeri di area parkir Kantor Dinsos Surabaya dalam waktu dekat ini. Untuk jangka pendek, kata dia, pihaknya berencana membuka tiga titik dan selanjutnya akan berusaha untuk masuk di berbagai tempat yang memungkinkan seperti di pusat-pusat perbelanjaan, hotel dan lainnya. "Saat ini baru tiga orang, dan ini memang pilot project. Karena untuk merekrut anak jalanan yang berminat memang tidak gampang, apalagi anak jalanan yang berlatar belakang komunitas punk yang hanya berfikir soal kebebasan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.