Selasa, 17 September 2019

Memahami Frekuensi Hubungan Intim yang Ideal

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bercinta. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan bercinta. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian mengungkapkan seberapa sering pasangan berhubungan seks sesuai dengan usia. Pertanyaan ini tak mudah untuk dijawab, terutama seiring dengan bertambahnya usia. Tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi sering kali tidak berjalan mulus, semakin lama akan terasa semakin sulit untuk membuatnya seimbang.

    Hal tersebut tidak menghentikan pakar-pakar seks untuk menemukan jawaban yang tepat. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh majalah dewasa Playboy berhasil menemukan jawaban atas pertanyaan seberapa banyak hubungan intim yang seharusnya dilakukan seseorang sesuai dengan usianya.

    Frekuensi rata-rata hubungan seks yang dilakukan oleh orang berusia 18–29 tahun adalah 112 kali setahun atau sekitar dua kali dalam seminggu. Sementara mereka yang berusia 40–49 tahun melakukannya sebanyak 69 kali setahun.

    Angkanya mengalami penurunan sejak para peneliti melakukan penelitian pertama untuk mengukur seberapa sering pasangan melakukan hubungan seks. Pada penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa hubungan seks cenderung mengalami penurunan setelah menikat, bukan karena merasa tidak tertarik lagi, namun karena adanya tanggung jawab lain, seperti anak, mengganggu aktivitas seksual.

    Di samping tanggung jawab, studi lain mengindikasikan bahwa ada jumlah spesifik dimana Anda harus melakukan hubungan seks, setidaknya seminggu sekali untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, bergantung pada arti kebahagiaan masing-masing orang. 

    Ilustrasi bercinta. shutterstock.com

    Masalahnya, angka seberapa sering Anda disarankan untuk berhubungan seks tidak berlaku untuk semua orang. Idenya adalah menjaga kehidupan seks seperti menjaga kadar gula tetap stabil pada penderita diabetes, jika kurang atau lebih, seseorang berada dalam bahaya.

    Meski tidak dipungkiri ada peneliti yang mendukung ide tersebut, bahwa melakukan orgasme setidaknya seminggu sekali, baik untuk kesehatan, tidak ada alasan untuk percaya bahwa kuota hubungan seks menentukan kebahagiaan seseorang.

    Yang terjadi saat ini, ada anggapan bahwa semakin sering berhubungan seks maka semakin terjaga hubungan dan pasangan. Bahkan, ada penelitian yang dapat memberikan jumlah pasti berdasarkan ilmu matematika. Namun, jika boleh jujur, semuanya bergantung pada pribadi masing-masing.

    Faktanya, seperti yang dilansir oleh New York Post pada 2009, 34 persen pasangan yang sudah menikah di Amerika, berhubungan seks dua hingga tiga kali seminggu. Sementara 15 persen pasangan yang sudah menikah lain diketahui tidak berhubungan seks selama enam bulan selama setahun. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, termasuk stres karena pekerjaan, anak, dan hormone pascamelahirkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.