Kiat Mengatasi Kebiasaan Buruk Sering Terlambat

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita telat kerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita telat kerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada pepatah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Mungkin pepatah itu menjadi pedoman buat yang sering kali telat. Kebiasaan buruk datang terlambat sudah mendarah daging bagi sebagian masyarakat Indonesia. Ketika janjian dengan teman atau tiba di kantor, Anda salah satu orang yang sering tiba terlambat.

    Terlambat sesekali tidaklah masalah. Namun, ketika melakukan hal tersebut berulang kali, orang lain malah akan menganggap Anda tidak menghargai mereka dan dicap tidak profesional. Mungkin kebiasaan yang disebut ngaret tersebut tidak sengaja dilakukan atau disebabkan oleh faktor-faktor lain. Berikut beberapa penyebab umum yang sering membuat Anda telat dan tips mengatasinya, dilansir Purewow.

    #Tidak bisa berpaling
    Kebiasaan untuk menyelesaikan sesuatu hingga tuntas membuat Anda enggan untuk meninggalkannya dan melakukan aktivitas lain di tengah-tengah. Mungkin Anda tidak mau diganggu ketika asyik menonton film yang sedang diputar atau mengecek email pekerjaan. Walau pun terkadang sifat komitmen tinggi ini baik, tetapi kebiasaan ini dapat menyebabkan janji molor. Cobalah setel alarm untuk melepaskan Anda dari aktivitas yang sedang dilakukan. Jika perlu, minta tolong kepada sahabat untuk datang, memaksa Anda meninggalkan aktivitas tersebut, dan bergerak ke agenda selanjutnya.

    #Terlalu optimis
    Mungkin aplikasi Google Maps menunjukkan bahwa Anda hanya memerlukan 30 menit untuk tiba di lokasi tujuan. Alhasil, tepat 30 menit sebelum acara Anda baru keluar rumah dan menuju lokasi. Pikiran optimis membuat anggapan bahwa hari itu jalanan tidak macet. Kalau pun iya, Anda telah mengetahui jalan pintas untuk menghindarinya. Namun, ternyata kondisi jalanan meleset dari perkiraan dan Anda malah ngaret. Selalu sediakan waktu ekstra setidaknya satu jam sebelum acara agar hal-hal tak terduga seperti macet tidak membuat Anda molor dari janji yang ditentukan.

    #Menganggap remeh waktu
    Dalam kondisi formal, seperti wawancara kerja atau jadwal penerbangan, Anda memang tidak mentolerir keterlambatan. Namun, urusan janji dengan teman, Anda menganggap telat semenit atau dua menit sama sekali bukan masalah. Anda pun sering ngaret dan membuat teman-teman kesal. Walaupun teman sudah terbiasa dengan kebiasaan telat, jangan berpikir bahwa mereka tidak membencinya. Mungkin mereka tidak menumpahkan kekesalan mereka secara langsung, tetapi Anda pasti dicap sebagai orang yang tidak menghargai mereka. Acara apa pun dan siapa pun yang hendak Anda temui, perlakukan mereka sama pentingnya. Jika wawancara membutuhkan ketepatan waktu, maka sama halnya dengan membuat janji dengan teman.

    #Hati berbisik tidak mau
    Pernahkan Anda membuat janji untuk hadir dalam suatu acara, tetapi ketika hari H tiba-tiba tak bergairah untuk pergi? Alasan ini menjadi faktor umum penyebab telat. Anda merasa dipaksa untuk pergi, tetapi tidak berani untuk izin berhalangan hadir dengan alasan tidak enak dengan teman. Akhirnya, Anda berangkat dengan malas-malasan dan malah tiba terlambat dari waktu yang ditentukan. Sebaiknya, ucapkan perasaan sesungguhnya dan menolak undangan dengan sopan. Lebih baik jujur di awal daripada membuat mereka merasa tidak dihargai dengan kehadiran Anda yang setengah-setengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.