Delusi Versi Halusinasi, Apa Bedanya?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi manfaat puasa bagi kesehatan mental. boldsky.com

    Ilustrasi manfaat puasa bagi kesehatan mental. boldsky.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Delusi sering kali tertukar dengan halusinasi. Delusi merupakan suatu kepercayaan yang kuat akan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya.

    Sementara, halusinasi merujuk pada persepsi akan sesuatu yang tidak nyata, seperti mendengarkan, melihat, merasakan, mencium, atau mengecap sesuatu yang tidak nyata.

    Pada psikosis, penderita bisa saja hanya mengalami delusi atau dapat mengalami halusinasi dan delusi. Hal yang serupa juga terjadi pada penderita skizofrenia.

    Delusi biasanya diasosiasikan dengan penderita skizofrenia. Hal ini tidaklah salah, tetapi kurang tepat jika Anda hanya berpikir bahwa delusi hanya dialami oleh penderita skizofrenia.

    Seperti dilansir SehatQ, delusi dapat dialami juga oleh penderita gangguan bipolar. Selain itu, delusi sebenarnya juga dapat dialami secara terpisah atau bersamaan dengan halusinasi. Kondisi tersebut biasanya dikenal dengan nama gangguan psikosis.

    Delusi dapat merusak hubungan penderita dengan orang sekitarnya dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, jika orang-orang di sekitar Anda mengalami delusi atau psikosis, segera rujuk ke dokter dan ahli kesehatan mental.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.