Minggu, 15 September 2019

Kenali Ciri Obat Kedaluwarsa Pada Kemasan Serbuk dan Cairan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sirup obat batuk (pixabay.com)

    Ilustrasi sirup obat batuk (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih banyak penipuan yang terjadi menggunakan obat. Salah satu modusnya adalah menjual obat kedaluwarsa. Penting bagi masyarakat untuk mengetahui apakah obat-obatan yang dijual di toko obat masih laik konsumsi atau tidak. Badan Pengawas Obat dan Makanan memberikan beberapa tips untuk menghindari membeli obat-obat kedaluwarsa.

    "#SahabatBPOM, obat kedaluwarsa dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Untuk itu Badan POM melakukan pengawasan rutin sepanjang rantai produksi dan distribusi untuk menekan peredaran obat kedaluwarsa," tulis tim BPOM di akun instagram resminya pada 23 Agustus 2019.

    Bila Anda membeli obat dengan kemasan serbuk dan puyer, ada baiknya Anda memeriksa apakah obat itu sudah berubah warna, bau dan rasa. Lalu coba perhatikan apakah serbuk itu sudah memiliki noda bintik-bintik. Lihat pula apakah serbuk obat berbentuk lembek, lembab, basah dan lengket. Tanda itu juga bisa menjadi ciri obat sudah tidak bisa dikonsumsi.

    Kemudian, penting pula dicek apakah kemasan obat puyer terbuka, terkoyak atau sobek. Coba cek pula apakah kemasan puyer sudah lembab.

    Pada obat dengan kemasan cair, masyarakat harus jeli melihat beberapa ciri ini. Pertama kembali dilihat apakah obat itu sudah berubah warna, bau dan rasa. Cairan obat pun perlu dicurigai kelaikannya bila sudah keruh dan mengental. Lalu bila sudah mengendap dan memisah pun, obat itu perlu dicek apakah masih bisa diminum atau tidak.

    Dari segi kemasan, obat cair pun harus dilihat apakah rusak atau retak? Cek pula apakah segel pada kemasan sudah rusak atau terkoyak. Anda pun perlu curiga bila kemasan sudah lembab atau berembun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.