Simak Ciri Obat Kedaluwarsa Kemasan Salep, Gel dan Produk Injeksi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita mengoles obat jerawat. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita mengoles obat jerawat. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat tentu perlu waspada menggunakan obat-obat yang kedaluwarsa. Salah satu cara untuk mengenali ciri obat-obat yang kedaluwarsa adalah dengan melihat beberapa tandanya.

    Dalam akun Instagram resminya, Badan Pengawas Obat dan Makanan memberikan beberapa ciri-ciri apa saja obat yang dinilai sudah kedaluwarsa.

    Dalam kemasan salep, gel, dan krim beberapa ciri obat yang sudah kedaluwarsa adalah yang sudah berubah warna, bau dan rasanya. Bila salep dan gel sudah mengental, sebaiknya Anda pun tidak menggunakannya.

    Lalu ciri lain adalah cairan krim dan gel obat itu sudah mengendap, memisah serta mengeras. Bila kemasan lengket dan berlubang atau isinya bocor juga sebaiknya obat jenis kemasan ini tidak digunakan lagi.

    Bila Anda menggunakan obat dengan kemasan produk steril seperti jenis injeksi, ada pula beberapa ciri yang bisa disimak. Perhatikan kemasannya, apakah terkoyak, atau sobek? Bila iya, sebaiknya Anda tidak menerima obat itu. Lalu bila kemasan bernoda, atau berembun, Anda pun sebaiknya menolak penggunaan obat itu.

    Lalu bila ada bagian yang hilang atau ada bagian yang rusak atau bengkok, Anda juga sebaiknya waspada karena kemungkinan besar obat itu sudah kedaluwarsa.

    Selanjutnya, dalam kemasan aerosol seperti inhaler untuk asma. Bila kemasan obat Anda isinya sudah habis atau wadahnya rusak, berlubang dan penyok, sebaiknya Anda membeli obat baru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.