Minggu, 15 September 2019

Anak Dian Sastrowardoyo Alami Autisme, Cara Atasi Stres Orang Tua

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dian Sastrowardoyo di Pameran Laut Kita di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019 (Credit: PR Magnifique)

    Dian Sastrowardoyo di Pameran Laut Kita di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019 (Credit: PR Magnifique)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Dian Sastrowardoyo mengatakan mengenai kondisi anak pertamanya, Syailendra Naryama Sastraguna, yang terdiagnosis autisme. Dian mengaku tahu tentang konsisi anaknya saat sang anak masuk usia delapan bulan. Dia mengetahui ada yang berbeda dengan si buah hati.

    "Dia tidak punya ketertarikan dengan anak-anak lain. Dia tidak bisa menggunakan telunjuk. Mau menunjukkan dia tertarik, dia gunakan tanganku," kata Dian dalam konferensi pers Pameran Anak Spesial 2019 di Jakarta Jumat 23 Agustus 2019.

    Ciri lain yang dialami Syailendra adalah dia tidak melakukan kontak mata dengan Dian hingga usia anak 4 tahun. "Sebagai orang tua, aku merindukan bonding. Ini tidak terjadi sama anakku sampai usianya 4 tahun," kata Dian.

    Ada beberapa orang tua yang mungkin mengalami kesulitan atau bahkan stres saat mengetahui sang anak mengalami autisme. Beberapa beban yang bisa menyebabkan stres pada orang tua dengan anak gangguan spektrum autisme (ASD), antara lain masalah perilaku anak. Ada faktor masalah biaya dan pilihan karier orang tua. Lalu ada pula kesulitan mencari pendidikan yang baik atau keterbatasan interaksi sosial. Selain itu juga ada masalah kesulitan waktu untuk terapi.

    Kesulitan ini dapat memperburuk hubungan anak dengan orangtua, menyebabkan gaya parenting yang maladaptif, dan pada akhirnya berdampak pada kegagalan terapi bagi anak yang banyak membutuhkan keterlibatan orangtua. Bagai lingkaran setan, parenting stress dapat menambah masalah perilaku anak dan tentunya semakin menambah stres bagi orangtua.Berikut ada beberapa cara untuk mengatasi stres pada orang tua dengan anak autis seperti dilansir SehatQ.

    1. Banyak membaca dan memperdalam pengetahuan
    Tak kenal maka tak sayang. Dengan semakin memahami gangguan spektrum autisme, Anda dapat semakin mengenal dan memahami anak. Baca dan pelajari sebanyak mungkin mengenai autisme. Pastikan Anda mengikuti perkembangan ilmu mengenai autisme dari sumber-sumber yang terpercaya. Hindari mengambil sumber yang berasal dari opini atau testimoni orang lain.

    2. Bangun support system
    Bergabunglah dengan komunitas orangtua atau keluarga yang memiliki anak dengan autisme. Platform ini dapat Anda gunakan untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman sehari-hari dalam mengurus anak dengan autisme.

    3. Ciptakan waktu untuk diri sendiri dan pasangan
    Sangat mudah untuk larut dalam kesibukan membesarkan anak dengan autis dan melupakan kesehatan diri sendiri, baik fisik maupun mental. Luangkan waktu secara rutin bagi diri sendiri, pasangan, dan kawan. Lakukan aktivitas yang menjadi kesenangan Anda.

    4. Mencari pertolongan
    Jika Anda atau pasangan selalu merasa lelah, kewalahan, atau depresi, carilah pertolongan tenaga profesional untuk mengatasinya. Ada baiknya Anda meminta pertolongan ke anggota keluarga lainnya untuk membantu merawat anak, agar Anda bisa beristirahat sejenak.

    ANTARA | SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.