Cara Mengecek Tanda Tubuh Kurang Nutrisi, Tak pakai Repot

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi makanan nusantara (pixabay.com)

    ilustrasi makanan nusantara (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak sedikit ahli gizi yang menyarankan untuk mengonsumsi berbagai macam makanan dan minuman. Bukan tanpa maksud, namun dengan jenisnya yang bervariasi tentu akan menolong kecukupan asupan gizi harian.

    Menurut spesialis gizi klinis Dermawan C. Nadeak, kalori yang harus dicapai wanita adalah 2.000 sedangkan pria adalah 2.500. Umumnya, untuk mengetahui apakah asupan harian ini tercukupi, Anda pasti akan disarankan untuk menghitung kalori setiap makanan yang dimakan. Meski demikian, tentu bukanlah hal yang mudah untuk melakukannya.

    “Contoh di kota besar saja. Orang-orang sudah terlalu sibuk. Bisa makan saja, bersyukur. Pasti mereka tidak bisa setiap saat cek dan hitung kalorinya. Ribet kan,” katanya.

    Oleh karena itu, daripada menyarankan untuk menghitung yang justru tidak efektif, Dermawan pun membagikan beberapa tanda yang bisa diwaspadai, yang berhubungan tentang kurangnya asupan gizi harian. Yang pertama adalah rasa lemas, pusing, dan tidak kuat untuk menjalankan aktivitas. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh aliran oksigen dalam tubuh yang berkurang.

    Ilustrasi makanan sehat (pixabay.com)

    “Oksigen itu dibawa oleh darah. Dan kalau terhambat atau volumenya lebih sedikit, itu disebabkan oleh asupan gizi yang minim. Jadi produksi oksigen yang dibawa darah juga berkurang sehingga dampaknya seharian lemas terus,” katanya.

    Tanda selanjutnya adalah ketidakmampuan untuk berolahraga setelah pulang kantor. Dalam hal ini, Dermawan mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh habisnya cadangan energi pada tubuh. Padahal, apabila seseorang makan dengan gizi seimbang, cadangan energinya dapat digunakan untuk beraktivitas seharian, bukan setengah hari saja.

    “Zaman sekarang anak muda trennya pulang kantor lalu pergi ke gym. Tapi kalau pulang kantor bawaannya capek, mau tidur saja dan tidak bisa berolahraga, artinya cadangan energi kurang sehingga disimpulkan gizi juga tidak memenuhi target harian,” katanya.

    Oleh karena itu, ia pun kembali berpesan agar selalu mengonsumsi makanan yang bervariasi dan bergantian sebab tanpa harus menghitung atau merasakan perubahan dalam tubuh, asupan nutrisi harian pasti terpenuhi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.