Ed Sheeran Vakum Bermusik, Ini 3 Manfaat Baiknya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konser Ed Sheeran berlangsung di Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat 3 Mei 2019 (PK Entertainment, Sound Rhythm dan AEG Presents)

    Konser Ed Sheeran berlangsung di Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat 3 Mei 2019 (PK Entertainment, Sound Rhythm dan AEG Presents)

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Ed Sheeran kembali menjadi perbincangan publik. Penyebabnya keinginannya untuk vakum dari dunia musik. Ia pun mengungkapkan kabar tersebut secara langsung kepada para penggemar setelah tur dunia yang bertajuk “Divide” berakhir.

    “Anda mungkin tahu bahwa saya sudah berada di tur ‘Divide’ selama dua tahun dan hari ini adalah hari terakhir saya. Memang menyedihkan tapi saya akan mengakhirinya di Ipswich. Ini pertunjukan terakhir hingga 18 bulan ke depan,” katanya seperti yang dilansir dari situs The Sun pada Kamis, 29 Agustus 2019.

    Keputusan Ed Sheeran untuk beristirahat sejenak dari pekerjaan utamanya memang akan menyedihkan banyak penggemar. Namun, berbagai manfaat bisa diraih melalui hal ini. Melansir dari Bustle dan The Balance Careers, berikut tiga diantaranya.

    #Produktivitas kerja meningkat
    Bekerja lembur atau di luar jam kerja bukanlah cara yang efektif untuk meningkatkan kinerja produktivitas seseorang. Faktanya, studi yang dilakukan U.S. Travel Association di 2013 menunjukkan bahwa cuti atau rehat sejenak justru membuat seseorang lebih rajin dan produktif bekerja. 

    Penelitian mencatat sekitar enam dari 10 partisipan sudah menyadari bahwa hal ini amatlah penting baik kesehatan mentalnya. Selain itu, lebih dari 40 persen partisipan mengakui bahwa mereka lebih fokus usai beristirahat, sementara tiga per empat partisipan mengatakan cuti dapat membangkitkan energi yang pada gilirannya membuat bekerja lebih baik. 

    #Kesehatan dan stres membaik
    Cuti adalah salah satu cara terbaik untuk melepas stres. Menjaga tingkat stres secara normal, pada gilirannya akan mengurangi risiko mengembangkan masalah kesehatan fisik dan mental dari waktu ke waktu.

    Studi yang dipublikasikan secara online dalam journal PLOS ONE mengungkapkan bahwa pria yang memiliki tekanan pekerjaan tinggi berisiko 67 persen untuk mengalami serangan jantung, dan 38 persen lebih mungkin mengalami stroke atau hipertensi. Kondisi stres juga rentan menyebabkan depresi, obesitas, sakit kepala, amnesia, serta memicu kebiasaan lebih sering merokok dan minum. Itulah mengapa dengan tubuh dan pikiran sehat, tentu dapat memotivasi gairah kerja dan memudahkan untuk meraih cita-cita mendapatkan jenjang karir yang lebih tinggi.

    #Mendapat inspirasi baru
    Anda pasti membutuhkan waktu rehat untuk menyegarkan tubuh dan pikiran. Beragam aktivitas yang dilakukan selama cuti dipercaya bisa merangsang otak untuk mengeluarkan ide-ide atau inspirasi out of the box yang berguna untuk mengembangkan karya.

    Tak heran, studi yang dilakukan U.S. Travel Association menemukan bahwa orang yang kembali usai vakum memiliki kesempatan 6,5 persen lebih tinggi untuk mendapat promosi. Peneliti percaya bahwa hal ini dapat meningkatkan kreativitas dan mengarah pada pengembangan diri. Jadi bukan mustahil, pulang cuti Anda malah semakin sukses.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.