Minggu, 15 September 2019

Mengenal Lebih Dekat Desainer Aksesoris Kenamaan Rinaldy Yunardi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desainer aksesoris kenamaan Indonesia Rinaldy A. Yunardi ikut memeriahkan acara JFFF 2019 dengan menggelar peragaan aksesoris bertajuk 'Aku, Untukmu Indonesia' di Hotel Harris, Jakarta Utara, Rabu 21 Agustus 2019, TEMPO/ Galuh Putri Riyanto

    Desainer aksesoris kenamaan Indonesia Rinaldy A. Yunardi ikut memeriahkan acara JFFF 2019 dengan menggelar peragaan aksesoris bertajuk 'Aku, Untukmu Indonesia' di Hotel Harris, Jakarta Utara, Rabu 21 Agustus 2019, TEMPO/ Galuh Putri Riyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa tak kenal Rinaldy Yunardi, perancang aksesoris dengan reputasi dunia. Ia tak main-main dengan sederet karya seni di bidang aksesori mulai dari tiara di ujung kepala sampai sepatu sebagai alas kaki. Bukan hanya satu atau dua pesohor tanah air, Asia, hingga Hollywood yang pernah merasakan tangan dingin karya pria yang belakangan sering mengenakan pakaian serba hitam itu.

    Penyanyi Syahrini, Melly Goeslaw, Katy Perry, Lady Gaga, Nicki Minaj, bintang dunia Aaron Kwok, hingga Madonna adalah sebagian selebritas yang dimaksud. Dua nama terakhir terasa lebih spesial bagi Rinaldy, karena mereka adalah idolanya selama ini.

    Beragam penghargaan juga sudah dia raih dan salah satu yang prestius, di ajang World Of WearableArt (WOW) pada 2017. Dia menyabet tiga piala sekaligus dalam perhelatan itu. Di satu sisi, masyarakat dunia sudah mengakui karya pria yang sudah 23 tahun berkecimpung dalam fashion itu. Di sisi lain, Rinaldy mengaku tak pernah bermimpi bisa mencetak pencapaian ini.

    "Saya tidak pernah pernah memimpikan mendapatkan apresiasi seperti ini. Saya juga tidak pernah bercita-cita menjadi seorang desainer. Tetapi, ini nyata, saya bersyukur," katanya.

    Koleksi aksesoris terbaru milik Rinaldy Yunardi yang dipamerkan di acara JFFF 2019, Rabu 21 Agustus 2019 (dok. JFFF 2019)

    Dunia aksesori dan fashion juga tak sengaja dia geluti. Awalnya hanya iseng, namun perlahan cinta itu tumbuh, dan kini dia menganggap semua karya bak buah hatinya.

    "Sadar dengan sendirinya, lama-lama tertarik, mencintai lalu terus semakin mencintai semakin berkembang. Pada akhirnya membuat happy. Inilah hidup saya, karya-karya saya adalah anakanak saya," tutur dia.

    Rinaldy tak pernah menempuh pendidikan khusus untuk bidang itu. Dia selama ini hanya belajar dari buku-buku dan orang-orang yang berkecimpung di dalam dunia fashion. Dia berjuang dari nol. Eksperimen demi eksperimen, ditambah rasa penasaran dan tanggap pada sekitar menjadi modalnya hingga kini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.