Salah Waktu Sikat Gigi Sebabkan Munculnya Karies

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil sikat gigi. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil sikat gigi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masalah pada gigi dan mulut masih banyak terjadi pada masyarakat Indonesia meski banyak yang mengaku sudah paham soal kesehatan gigi. Ketua Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI), Epi Nopiah, mengatakan saat ini banyak masyarakat tidak mengetahui kapan waktu yang tepat dalam menyikat gigi.

    "Sebagian masyarakat tidak mengetahuinya kapan harus menyikat gigi. Kalau ditanya kapan waktu menyikat gigi yang tepat, jawabannya dua kali saat mandi. Padahal seharusnya menyikat gigi setelah makan dan mau tidur," ujar Epi saat peringatan ulang tahun PTGMI ke-23 di Jakarta, Minggu, 1 September 2019.

    Menurutnya, hal itu juga sesuai dengan hasil riset kesehatan dasar pada 2013, yang menyebutkan hanya 8 persen yang mengetahui kapan waktu menyikat gigi yang tepat. Kemudian, kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi dan mulut juga kurang karena baru ke dokter gigi hanya pada saat sakit gigi.

    "Itu hal yang salah, tidak harus sakit gigi dulu baru ke dokter. Data kami menyebut hanya 12 persen masyarakat yang ke dokter gigi sebelum sakit," jelasnya.

    Ke depan, pihaknya akan berupaya melakukan sosialisasi pada masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut. Pihaknya juga menargetkan Indonesia bebas karies gigi pada 2030.

    Karies gigi merupakan penyakit infeksi yang merusak struktur jaringan keras gigi yang ditandai dengan gigi berlubang. Karies gigi disebabkan sisa makanan yang menempel di gigi. Oleh karena itu, sebelum tidur harus menyikat gigi.

    "Tugas kami sebagai terapis melakukan sosialisasi pada masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut. Makanya, pada hari ini kami memberikan edukasi pada masyarakat mengenai tata cara menyikat gigi yang benar," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.