Dilarang Olahraga saat Sedang Deg-degan, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan berolahraga. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan berolahraga. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jangan memaksakan untuk berolahraga bila jantung sedang berdetak cepat. Spesialis kedokteran olahraga dr. Zaini K Saragih Sp.KO mengingatkan agar jangan berolahraga jika jantung sedang berdegup kencang atau deg-degan karena risikonya sangat berbahaya.

    Zaini menjelaskan seseorang dilarang berolahraga jika detak jantungnya berdegup lebih dari 100 detak jantung per menit (bpm).

    "Sebelum olahraga harus ukur heart rate, harus di bawah 100. Kalau di atas 100, duduk dulu sampai turun," kata Zaini.

    Jika orang tersebut tetap memaksakan olahraga saat detak jantungnya berdegup kencang, detak jantung tersebut akan berdegup lebih kencang lagi saat berolahraga sehingga jantung tidak akan mampu menahan beban berat yang mengakibatkan berhenti bekerja. Dokter dari RS MMC Jakarta ini menerangkan cara mudah mengukur detak jantung dengan memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan selama 15 detik.

    Dari hasil penghitungan denyut nadi tersebut kemudian dikalikan empat. Jika jumlahnya lebih dari 100, sebaiknya istirahat dulu hingga detak jantung menurun. Namun, jika detak jantung tetap pada hitungan di atas 100 per menit, segeralah periksakan diri ke dokter.

    Zaini menjelaskan beberapa hal yang menyebabkan detak jantung tinggi yaitu seseorang yang memang memiliki gangguan jantung, kurang istirahat atau begadang, dan meminum minuman berenergi. Zaini mengatakan sebenarnya meminum kopi juga dapat meningkatkan detak jantung, tapi kondisinya setelah meminum kopi memiliki efek yang berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari jumlah gramasi kopi dan kandungan yang ada di dalamnya, serta respon tubuh seseorang terhadap kopi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.