Waspadai 3 Cairan Penyebab AIDS Perenggut Nyawa Freddie Mercury

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Freddie Mercury.  Peter Roshler / Mercury Songs Ltd/Handout via REUTERS

    Freddie Mercury. Peter Roshler / Mercury Songs Ltd/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tidak mengenal Freddie Mercury? Vokalis band rock Queen yang seharusnya genap berusia 73 tahun pada 5 September 2019 ini memang sangat terkenal.

    Sayangnya, ia meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit HIV/AIDS yang dideritanya selama bertahun-tahun. Tepatnya pada 24 November 1991, saat berusia 45 tahun, pria yang terkenal dengan lagu "We Will Rock You" ini pun mengembuskan napas terakhir.

    Memang, AIDS adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya. Bahkan, hingga kini belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Meski demikian, mengetahui cara penularan sehingga tidak mengalami AIDS adalah bentuk pencegahan yang utama dan berhubungan dengan menjauhkan diri dari tiga jenis cairan tertentu. Apa saja itu? Situs Web MD dan Mayo Clinic pun menjelaskannya.

    Freddie Mercury personel Band Queen. metro.co.uk

    #Darah
    Darah adalah cairan pertama yang sering dikaitkan dengan penularan AIDS. Oleh karena itu, saat seseorang akan melakukan transfusi atau cek darah, menggunakan jarum suntik yang baru dan bukan bekas orang lain adalah suatu kewajiban. Menghindari peminjaman barang personal seperti sisir dan sikat gigi yang rentan berdarah juga harus dilakukan.

    #Sperma dan cairan vagina
    Cairan lain yang wajib diwaspadai adalah sperma dan cairan vagina. Sebab melalui hubungan seks penetratif (penis masuk ke dalam vagina atau anus), virus pun bisa ikut ditularkan. Oleh karena itu, buat yang sering berganti pasangan, menggunakan kondom itu wajib. Tak menutup kemungkinan pada Anda yang hanya melakukan hubungan seksual bersama satu orang, menggunakan kondom juga bisa menolong karena Anda tak pernah tahu jika pasangan juga hanya melakukan hubungan dengan Anda saja.

    #Melalui air susu ibu (ASI)
    Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil yang dinyatakan positif HIV. Risiko pun lebih besar jika ia melahirkan lewat vagina, kemudian menyusui bayinya dengan ASI. Berdasarkan berbagai penelitian, penularan dari ibu ke bayi (Mother-to-Child Transmission) ini berkisar hingga 30 persen. Artinya dari setiap 10 kehamilan dari ibu positif HIV, kemungkinan ada tiga bayi yang lahir dengan positif HIV. Cara terbaik agar bayi tidak tertular HIV ialah dengan kelahiran caesar (melewati proses pembedahan) dan tanpa pemberian ASI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.