Tips buat Pemula yang Ingin Menulis Cerita Perjalanan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi traveling bersama teman.

    Ilustrasi traveling bersama teman.

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang mulai tertarik menulis cerita perjalanan. Namun, tak sedikit yang bingung untuk memulainya. Padahal, bukan hal yang sulit jika ingin menghasilkan karya seputar wisata. 

    Dalam acara Travel Addict Festival, editor tulisan perjalanan Tempo, Qaris Tajudin pun membagikan tips. Pertama, Anda bisa mulai menulis dengan menggambarkan keadaan dan suasana, bukan sekedar menceritakan bahwa apa yang dilihat itu indah namun juga memberikan penjelasan agar pembaca hanyut dalam cerita.

    “Misalnya, Anda bercerita tentang gunung yang indah. Deskripsikan keindahannya itu seperti apa. Apakah gunungnya besar, tinggi seberapa, uniknya, bagaimana, dan sebagainya,” katanya di Jakarta pada Sabtu, 7 September 2019.

    Kedua, pemilihan kata saat mendeskripsikan sesuatu juga harus berbeda. Qaris pun menyarankan untuk memperbanyak diksi atau pilihan kata yang paling tepat dan selaras untuk menulis.

    “Agar menarik minat pembaca, pakai bahasa-bahasa yang berbeda dari orang lain. Ini bisa dilakukan dengan diksi,” katanya.

    Terakhir, Qaris juga mengimbau untuk menyertakan data pendukung dalam tulisan perjalanan. Namun, harus digarisbawahi, jumlahnya tidak perlu banyak dan sederhana. Misalnya, satu paragraf di tengah tulisan dan jika memiliki angka, hanya menggunakan bilangan pokok saja.

    “Contohnya, tinggi gunung ini 14 koma sekian. Tidak perlu mendetail, cukup 14 saja. Ini bertujuan agar tulisan kita tetap menyertakan fakta dan tidak subjektif,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.