Minggu, 15 September 2019

Menjadi Volunter Sekaligus Turis, Apa Saja Manfaatnya?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Turis Milenial

    Ilustrasi Turis Milenial

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat sedang berlibur ke suatu tempat, pernahkah terbesit di pikiran Anda untuk juga melakukan aksi sukarelawan di sana? Jika ya, voluntourism mungkin bisa menjadi jawaban. Karena sesuai dengan namanya, Anda akan menjadi seorang sukarelawan (volunteer) dan turis (tourism), Anda dapat berwisata sekaligus berpengalaman relawan.

    Di balik aksinya yang mulia dan membahagiakan ini, berbagai manfaat bisa Anda didapat. Tahu apa saja? Dalam acara Travel Addict Festival di Jakarta, travelpreneur Winniarlita Irmawati menjelaskan tiga manfaat baiknya.

    1. Membangun relasi
    Saat Anda melaksanakan voluntourism, Anda pun akan bertemu dengan banyak orang baru. Tidak hanya dari dalam negeri saja, namun juga luar negeri. Menurut Winni, hal ini sangat bermanfaat untuk membangun relasi. “Dalam satu grup, kita akan melakukan aktivitas bersama. Dengan kenal orang-orang baru, kita pun sekaligus memiliki teman dan koneksi yang semakin banyak dari berbagai daerah dan negara,” katanya di Jakarta pada Sabtu, 7 September 2019.

    2. Mengasah keterampilan
    Selain membangun relasi, Winni juga mengatakan bahwa keterampilan seseorang pun akan semakin diasah melalui voluntourism. Karena berbagai kegiatan yang dijalani berupa aktivitas sosial seperti mengajar anak sekolah hingga merenovasi bangunan. “Awalnya yang tidak bisa mendongeng dan mengecat tembok, pulang dari voluntourism pasti jadi bisa. Jadi secara tidak langsung membuat kita terampil,” katanya.

    3. Memiliki kemampuan bahasa yang tinggi
    Lokasi voluntourism mana yang Anda tuju? Setiap tempat pasti memiliki bahasa yang berbeda-beda. Tak heran, Anda yang sering mengikuti voluntourism akan mendapat nilai plus dari segi kemampuan berbahasa ini. Karena sebagai bentuk pendekatan dengan masyarakat sekitar, Anda tentu dituntut untuk berbicara dengan bahasa mereka. “Tidak semua daerah atau negara mengerti Bahasa Indonesia dan Inggris. Jadi kita pasti belajar dan bisa menguasai bahasa tempat tersebut setidaknya yang dasar-dasarnya,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.