Tips Anak Hidup Sehat di Rusun Menurut Menteri Kesehatan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek saat memberikan sambutan pada acara puncak Hari Anak Nasional 2019 di Rusun Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Ahad, 8 September 2019. Nila berpesan agar warga rusun harus menjaga kesehatan badan maupun lingkungan agar bisa beraktivitas dengan lancar dan nyaman, dan tidak terjangkit penyakit apabila tempat tersebut bersih. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek saat memberikan sambutan pada acara puncak Hari Anak Nasional 2019 di Rusun Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Ahad, 8 September 2019. Nila berpesan agar warga rusun harus menjaga kesehatan badan maupun lingkungan agar bisa beraktivitas dengan lancar dan nyaman, dan tidak terjangkit penyakit apabila tempat tersebut bersih. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Moeloek didampingi Dirjen Kesehatan Masyarakat Kirana Pritasari, mengajari anak-anak penghuni rumah susun untuk hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional bersamaan dengan Hari Perumahan Nasional di Rumah Susun (Rusun) Jatinegara Barat, Jakarta, Minggu 8 September 2019.

    Dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 9 September 2019, Nila mengingatkan bahwa pola hidup di tempat sebelumnya, yakni Kampung Pulo, jangan dibawa ke tempat tinggal yang baru saat ini. Buang sampah, bersosialisasi, mengolah makanan, dan membuang limbah rumah tangga semuanya sudah ada aturannya tidak boleh lagi sembarangan. “Nggak boleh buang sampah ke luar jendela. Kalau pindah ke Rusun jadi beda nggak boleh buang sampah sembarang, nggak boleh buang sampah ke kloset,” katanya Nila kepada anak-anak penghuni rumah susun.

    Pola hidup bersih dan sehat harus diterapkan sejak kecil. Nila meminta kepada anak-anak penghuni rumah susun untuk tidak jajan sembarangan dan ini harus dipantau oleh orang tuanya. Anak-anak harus diberi makan sayur dan buah serta perbanyak makan ikan.

    Hal yang paling mudah dilakukan adalah mencuci tangan sebelum memakan apapun. Kepada anak-anak itu, Nila menekankan untuk melakukan hal tersebut agar terhindar dari kuman yang membuat tubuh sakit. “Siapa yang suka jajan? Kalian harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memakan makanan. Kalau tidak cuci tangan nanti banyak kuman yang ikut termakan dan tubuh kita jadi sakit. Ingat ya cuci tangan sebelum makan,” kata Nila kepada anak-anak.

    Nila juga meminta anak-anak tidak bermain gawai tapi bermain di luar, berlari, dan main bola. Tak hanya itu, Nila juga mengingatkan anak-anak agar menjaga etika ketika bermain, seperti tidak mengganggu tetangganya, tidak menggunakan fasilitas bersama seperti lift dan tangga.“Bermain jangan sampai di dalam gedung karena akan mengganggu tetangga. Bermainlah di luar, lari sana sini menggerakkan tubuh kalian,” kata Nila.

    Direktur Rumah Susun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muhammad Hidayat menambahkan bahwa di rusun tersebut ada beberapa hal yang harus dicermati, seperti benda bersama, lahan bersama, dan bagian bersama. Ia mencontohkan benda bersama misalkan lift dan tangga, benda tersebut jangan sampai dijadikan tempat bermain untuk anak-anak. “Di gang tidak boleh menaruh kursi atau itu akan mengganggu aktivitas. Lift juga bukan mainan jangan sampai digunakan mainan oleh anak-anak karena itu benda bersama,” katanya.

    Pada kesempatan tersebut, Nila melakukan teleconference, dengan Rusun Rempoa Jakarta Selatan, Rusun Cingised Kota Bandung, Pondok Pesantren Siti Nur Sa’adah Kabupaten Sidoarjo, dan Pondok Pesantren Prof. DR. Hamka Kota Padang. Nila berpesan kepada anak-anak di Rusun maupun di Pesantren untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Pemerintah juga bersama-sama meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia untuk menjadi lebih baik. “Dengan kita kerja sama kolaborasi, masa depan kita pasti berubah dan anak-anak kita harus berkualitas. Peningkatan sumber daya masyarakat harus dinilai dari sehat,” kata Nila.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.