Kenali Pemicu Keringat Berlebih seperti Rafael Nadal

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Rafael Nadal meluapkan kegembiraannya usai mengalahkan lawannya Daniil Medvedev dalam pertandingan final AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center, 9 September 2019. Gelar ini menjadi gelar Grand Slam ke-19 bagi Nadal. Mandatory Credit: Danielle Parhizkaran-USA TODAY Sports

    Petenis Rafael Nadal meluapkan kegembiraannya usai mengalahkan lawannya Daniil Medvedev dalam pertandingan final AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center, 9 September 2019. Gelar ini menjadi gelar Grand Slam ke-19 bagi Nadal. Mandatory Credit: Danielle Parhizkaran-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Rafael Nadal adalah salah satu petenis terbaik dalam sejarah. Pria Spanyol yang bermain dengan tangan kiri ini baru saja meraih gelar keempat di AS Terbuka pada Minggu, 8 September 2019. Ini artinya, Nadal pun berhasil menambahkan koleksi titel Grand Slam-nya menjadi 19.

    Terlepas dari segudang prestasi yang dimiliki, saat pertandingan Nadal ttermasuk pemain yang terlihat sangat banyak berkeringat dibanding pemain lain. Tubuhnya selalu basah kuyup oleh peluh. Bahkan saat melakukan servis pun keringat selalu mengucur deras dan menetes dari wajahnya.

    Melansir dari situs Tennis Warehouse, hal ini tidaklah wajar dan bahkan telah dialaminya sejak 2010. Berbagai alasan bisa menjadi penyebab masalah ini.

    Situs Mayo Clinic mengatakan bahwa kondisi kesehatan tertentu bisa menjadi pemicu. Beberapa di antaranya adalah malaria, serangan jantung, demam, leukemia, obesitas, tuberkulosis, tiroid, dan hipoglikemia. Efek samping dari penggunaan obat tertentu, seperti zat antidepresan dan betablockers juga bisa menjadi penyebab.

    Sedangkan menurut situs Web MD, suhu lingkungan yang ekstrem, gerakan berlebih dan tubuh dengan tingkat emosional yang tinggi juga dapat memerintahkan saraf untuk memproduksi lebih banyak kelenjar keringat. Sebagai contoh, seseorang yang sedang berolahraga di siang hari atau saat stres menghadapi ujian dan wawancara kerja. 

    Mengonsumsi jenis makanan tertentu juga dipercaya bisa mempercepat keluarnya keringat. Beberapa makanan yang patut diwaspadai itu adalah makanan  berempah yang mengandung bawang, entah itu bawang bombai, bawang merah, dan bawang putih. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.