Minggu, 15 September 2019

Mengapa Obat Diperlukan Dalam Terapi Psikiatri? Begini Kata Ahli

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi stres (pixabay.com)

    ilustrasi stres (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gangguan kejiwaan seperti stres, kecemasan dan depresi semakin banyak dialami orang. Gangguan kejiwaan itu bisa semakin terasa bila seseorang merasakan tekanan dari pekerjaan maupun lingkungan yang berlebih. Jika masalah kesehatan itu terasa secara berlebihan, penting sekali untuk bertemu dengan psikiater untuk melakukan terapi.

    Sebagai bentuk pendampingan, dokter sekaligus psikiater di Klinik Psikomatik Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Andri mengatakan bahwa minum obat psikotropik juga wajib diterapkan. Sebab setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda, sedangkan jenis terapi yang dilakukan selalu sama. “Itulah mengapa sering kali hasilnya ada yang berhasil dan tidak. Karena kasus dan kondisi yang dihadapi juga berbeda,” kata Andri dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 8 September 2019.

    Selain itu, Andri juga mengatakan bahwa obat psikotropik memiliki efektivitas kesembuhan yang merata dengan nilai tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya kasus yang telah berhasil diatasi dengan lebih cepat dan baik dari psikoterapi. “Tapi bukan berarti psikoterapi tidak penting sehingga memilih berobat tanpa terapi,” katanya.

    Andri menghimbau agar masyarakat tetap menjalankan keduanya. Karena berhubungan dengan psikoterapi, ini terbukti baik untuk menyelaraskan otak dan faktor lingkungan. Hal tersebut tidak bisa didapatkan dari sekedar mengkonsumsi obat-obatan. “Obat membangun dan meningkatkan daya tahan kita ketika harus menghadapi stres kembali,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.