Minggu, 15 September 2019

4 Makanan Penyebab Kentut, Wajib Hindari Sebelum Rapat dan Kencan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi greek yoghurt (pixabay.com)

    Ilustrasi greek yoghurt (pixabay.com)

    TEMPO.CO, JakartaKentut atau buang angin adalah suatu hal yang sangat normal bila dilakukan di pagi hari setelah bangun tidur. Namun tidak demikian jika Anda melakukannya secara berulang-ulang dan hampir setiap saat. Lebih parah lagi bila Anda melakukannya saat menghadiri acara penting seperti rapat dan kencan, tentu hal ini sangat memalukan, bukan?

    Selain karena sembelit dan masuk angin, beberapa jenis makanan tertentu juga dipercaya bisa menyebabkan masalah buang angin ini. Agar bisa segera membatasi konsumsinya, situs Web MD dan Medical News Today pun menyebutkan empat makanan penyebab kentut.

    1. Kacang-kacangan
    Jenis kacang-kacangan seperti kacang polong dan lentil dipercaya bisa menjadi penyebab utama buang angin. Ini disebabkan oleh serat dan kandungan gula kompleks, yakni raffinose dalam jumlah tinggi. Sebuah studi pada tahun 2011 pun mengatakan bahwa kedua kandungan ini sangat berhubungan langsung dengan meningkatnya gas di perut Anda.

    2. Biji-bijian utuh
    Biji-bijian utuh seperti gandum juga disebut sebagai penyebab lain dari buang angin yang berlebihan. Ini dikarenakan kandungan tinggi protein yang disebut gluten pada gandum. Beberapa orang yang memiliki sensitivitas tinggi pada gluten pun akan mengalami reaksi gas berlebih dan kembung setelah mengkonsumsinya.

    3. Bawang
    Bawang merah, putih ataupun bombay, semuanya bisa menyebabkan Anda sering buang angin. Hal ini juga berlaku bagi Anda yang mengkonsumsinya secara mentah maupun telah dimasak. Menurut beberapa penelitian, bawang mengandung fruktosa yang bisa menyebabkan kerusakan pada pencernaan. Akibatnya, ia akan memproduksi banyak gas dan buruknya, menciptakan bau tak sedap pula.

    4. Produk susu
    Susu, keju dan yogurt juga terbukti bisa menyebabkan produksi gas yang berlebih. Hal ini disebabkan oleh kandungan laktosa pada produk susu. Menurut sebuah studi pada tahun 2013, sebanyak 75 persen orang mengalami masalah untuk mencerna laktosa. Akibatnya, kembung dan banyak gas dengan bau busuk pun akan diproduksi dan dikeluarkan.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | WEBMD | MEDICALNEWSTODAY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.