Minggu, 15 September 2019

Punya Tujuan Hidup dan Ambisi, Kunci Atasi Insomnia

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Insomnia

    Insomnia

    TEMPO.CO, Jakarta - Neurolog berpendapat bahwa seseorang yang punya ambisi kuat dan tujuan hidup yang jelas dapat terhindar dari insomnia dan bentuk gangguan tidur lainnya. Menurut studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Amerika Serikat, kunci tidur yang berkualitas adalah memiliki alasan untuk bangun di pagi hari.

    “Mereka yang berambisi, memiliki tujuan saat bangun di pagi hari, cenderung terhindar dari insomnia dan gangguan tidur lain dibanding dengan mereka yang mengaku dapat tidur nyenyak di malam hari tanpa memiliki tujuan untuk bangun di pagi hari, padahal kenyataannya tidak seperti itu,” ujar Jason Ong, pakar neurologi yang memimpin penelitian di Northwestern University di Chicago, Amerika Serikat.

    Ong menambahkan, “Lebih dari 800 orang dengan rentang usia 60 hingga 100 tahun menjadi partisipan dalam studi ini. Mereka menjawab pertanyaan mengenai kualitas tidur dan motivasi hidup. Untuk menilai seorang partisipan memiliki tujuan hidup atau tidak, para peneliti memproses jawaban yang diberikan, seperti, ‘Saya merasa cukup baik ketika berpikir tentang apa saja yang sudah saya lakukan di masa lalu dan berharap dapat melakukan hal yang sama di kemudian hari’.”

    www.lifedynamix.com

    Menurut Ong, partisipan yang merasa telah melakukan hal terbaik di masa lalu cenderung terhindar dari gangguan tidur seperti sleep apnea, gangguan yang membuat sukar bernapas, bahkan cenderung berhenti beberapa detik sebelum akhirnya bernapas kembali (ngorok), atau sindrom yang menyerang bagian kaki, sebuah kondisi di mana penderita mengalami kesulitan menggerakkan kaki di malam hari.

    Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Science and Practice tersebut juga melaporkan bahwa partisipan yang memiliki tujuan mengenai apa yang akan dilakukan saat bangun di pagi hari memiliki tidur yang jauh lebih berkualitas secara keseluruhan.

    “Mendorong banyak orang untuk membiasakan diri menentukan tujuan hidup sama efektif seperti obat yang banyak digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur di malam hari, tentu tanpa efek samping dan jauh lebih aman dilakukan terus menerus, terutama bagi generasi yang saat ini mengalami insomnia,” tambah Ong, dikutip dari The Guardian.

    Sebuah badan amal di Inggris, Age UK, merekomendasikan banyak orang untuk setidaknya tidur selama 7 hingga 9 jam per hari dan bangun lebih pagi. Agar hasilnya jauh lebih maksimal, Age UK juga merekomendasikan untuk membatasi konsumsi kafein, alkohol, sekaligus nikotin.

    “Lakukan hal tersebut hingga merasakan perubahan. Yang juga tak kalah penting adalah menghindari makan di malam hari, istirahat di siang hari meski hanya 20 menit, serta mematikan alat elektronik seperti televisi dan ponsel sebelum tidur,” jelas Age


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.