Minggu, 15 September 2019

Jokowi Ajak Bergerak, Ini 7 Cedera Olahraga yang Dapat Dicegah

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Liverpool, Mohamed Salah mendapat perawatan saat mengalami cedera dalam laga lanjutan Liga Inggris melawan Newcastle di St James' Park, Newcastle, Inggris, 4 Mei 2019. REUTERS

    Pemain Liverpool, Mohamed Salah mendapat perawatan saat mengalami cedera dalam laga lanjutan Liga Inggris melawan Newcastle di St James' Park, Newcastle, Inggris, 4 Mei 2019. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia baru memperingati Hari Olahraga Nasional pada 9 September lalu. Dalam akun Instagramnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi pun mengajak masyarakat untuk berolahraga. "Ayo berolahraga. Di mana saja. Kapan saja," katanya pada 9 September 2019.

    Menurut Jokowi, dalam tubuh yang sehat bersemayam jiwa dan pikiran yang positif, optimistis. "Serta semangat untuk berkompetisi meraih prestasi," tulis Jokowi menambah gambar sepeda.

    Meski menyehatkan, olahraga juga menyimpan risiko yaitu timbulnya cedera. Cedera olahraga dapat timbul dalam beragam bentuk mulai dari cedera otot, cedera hamstring, hingga patah tulang. Itulah sebabnya, Anda perlu untuk memahami beragam risiko yang mungkin terjadi pada olahraga tertentu beserta dengan penyebabnya. Dengan begitu, Anda akan dapat menghindari risiko cedera saat berolahraga.

    Berikut adalah beberapa cedera dalam olahraga yang sebenarnya bisa dihindari seperti dilansir SehatQ.

    Tepat Tangani Cedera Akibat Olahraga

    1. Cedera Lutut
    Cedera lutut adalah cedera yang paling sering terjadi dalam setiap aktivitas fisik tinggi dan olahraga. Untuk menghindarinya, Anda dapat melakukan latihan pada penguatan paha belakang, paha depan, dan otot gluteal. Cara ini dapat membantu memudahkan gerakan tulang paha serta memperkuat otot hamstring.

    2. Cedera Hamstring
    Otot hamstring terletak pada paha bagian belakang. Otot ini merupakan salah satu otot yang berisiko tinggi mengalami cedera. Cedera hamstring dapat disebabkan oleh teknik pemanasan yang kurang baik atau akibat tidak melakukan pemanasan sebelum berolahraga.

    Untuk mencegahnya Anda disarankan untuk berlatih agar otot menjadi kuat dan lebih lentur. Dengan begitu, otot akan lebih siap dalam menghadapi gerakan-gerakan olahraga yang Anda lakukan.

    3. Cedera Otot Achilles
    Otot achilles adalah jaringan yang menghubungkan otot betis dengan tumit kaki dan berlokasi di bagian belakang pergelangan kaki. Cedera otot achilles yang juga kerap disebut sebagai achilles tendinitis atau peradangan pada otot achilles.

    Kondisi ini umumnya dialami oleh pelari yang meningkatkan intensitas latihan secara tiba-tiba atau pada orang paruh baya yang berolahraga hanya saat akhir pekan. Untuk menghindarinya, lakukanlah program penguatan dan fleksibilitas yang baik. Selain itu, latih pula otot betis Anda. Cara ini dapat bermanfaat karena secara tidak langsung dapat memperkuat otot Achilles sehingga mampu bergerak lebih baik.

    4. Cedera Tulang Kering
    Jika Anda baru-baru ini meningkatkan intensitas olahraga atau mencoba olahraga baru (terutama berlari), Anda dapat berisiko mengalami shin splints atau cedera tulang kering. Cedera tulang kering terjadi saat rasa sakit mulai muncul di bagian dalam tulang kering akibat peradangan otot di sekitarnya.

    Untuk mencegahnya, Anda dapat memilih sepatu yang dapat menyokong bentuk kaki dengan baik. Pemilihan yang tepat juga dapat membantu mengurangi nyeri yang dirasakan di area tulang kering serta membantu penyembuhan cedera.

    5. Cedera Otot Lengan (Tennis Elbow atau Golf Elbow)
    Epikondilitis atau cedera otot lengan umumnya dialami oleh atlit yang banyak melakukan gerakan menggenggam seperti golf atau tenis. Kondisi ini disebabkan karena otot lengan terlalu sering digunakan sehingga lama kelamaan akan menimbulkan peradangan pada otot.

    Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri pada otot saat Anda mencoba menggerakkan lengan atau pergelangan tangan. Untuk mencegahnya, Anda disarankan untuk memperkuat otot lengan serta bahu.

    6. Cedera Bahu
    Cedera bahu dapat juga disebut dengan Rotary Cuff Tendinitis. Rotary Cuff terdiri dari otot dan tendon yang membantu menggerakkan dan menstabilkan bahu. Tendinitis dan robekan dapat terjadi ketika atlet melakukan gerakan berulang, seperti dalam olahraga baseball dan tenis.

    Untuk menghindarinya, Anda dapat memperkuat otot punggung bagian atas dan otot-otot inti (core muscles). Apabila otot-otot ini tidak kuat, akan ada waktu di mana mereka kelebihan beban hingga menyebabkan robekan.

    7. Patah Tulang dan Tulang Retak
    Selanjutnya, untuk menghindari patah tulang atau retaknya tulang saat berolahraga adalah asupan makanan yang bergizi dan sehat. Pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan vitamin D dan kalsium. Anda juga dapat melakukan olahraga angkat beban untuk memperkuat otot yang bisa bertindak sebagai bantalan pelindung tulang.

    Itulah beberapa cedera olahraga yang dapat dicegah. Meskipun ada banyak faktor lain yang menyebabkan cedera olahraga terjadi, tidak ada salahnya untuk mencegahnya dengan meminimalisir risiko yang datang dari diri sendiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.